Konten dari Pengguna

Pengertian Stunting dan Perbedaannya dengan Gizi Buruk

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
30 November 2025 18:54 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pengertian Stunting dan Perbedaannya dengan Gizi Buruk
Pengertian Stunting dan Perbedaannya dengan Gizi Buruk dijelaskan melalui perbedaan dampak, penyebab, dan penanganan. Bagaimana pemahaman ini dapat membantu pencegahan?
Info Gizi
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Anak dengan Risiko Stunting. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak dengan Risiko Stunting. Foto: Unsplash.
ADVERTISEMENT
Stunting dan gizi buruk adalah dua masalah yang sering ditemui pada anak-anak di Indonesia. Meski kerap dianggap serupa, keduanya sebenarnya berbeda baik dari sisi definisi, ciri-ciri, hingga penanganannya. Memahami pengertian stunting dan perbedaannya dengan gizi buruk bisa membantu keluarga lebih tanggap dalam mencegah dan menangani masalah ini sejak dini.
ADVERTISEMENT

Definisi Stunting dan Gizi Buruk

Stunting maupun gizi buruk sama-sama berkaitan dengan masalah pertumbuhan anak. Namun, sebenarnya kedua kondisi ini memiliki pengertian, karakteristik, dan dampak yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya secara tepat sebelum membahas langkah pencegahannya.

Pengertian Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan. Masalah ini biasanya ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan umur sebayanya. Dalam buku Study Guide : Stunting dan Upaya Pencegahannya karya Atikah Rahayu dkk menegaskan bahwa stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak.

Pengertian Gizi Buruk

Sementara itu, gizi buruk merujuk pada kondisi kekurangan gizi yang berat dalam waktu singkat atau akut. Berdasarkan kajian kasus Promosi Kesehatan Kasus Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Usia 30 Bulan di Desa Punti Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 oleh Noviana Zara dkk, gizi buruk ditandai dengan tubuh anak yang tampak sangat kurus, lemah, serta lebih rentan terhadap penyakit akibat rendahnya daya tahan tubuh.
ADVERTISEMENT

Ciri-Ciri dan Dampak Stunting vs. Gizi Buruk

Membedakan ciri-ciri anak stunting dan gizi buruk penting agar penanganan yang diberikan tepat. Selain pertumbuhan fisik, kedua kondisi ini juga berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Karakteristik Anak Stunting

Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan di bawah standar rata-rata umur. Selain itu, pertumbuhan fisik mereka berjalan lamban dan kerap kali tertinggal dibanding teman sebayanya. Di luar ciri fisik, stunting juga berdampak pada keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik, sehingga anak jadi sulit berkonsentrasi maupun belajar.

Gejala Anak dengan Gizi Buruk

Berbeda dari stunting, gejala utama gizi buruk terlihat pada berat badan anak yang sangat rendah. Anak dengan gizi buruk tampak lebih kurus, wajahnya lesu, dan sering mengalami infeksi berulang. Tak jarang, gizi buruk juga menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu atau gangguan kesehatan akut lainnya.
ADVERTISEMENT

Dampak Jangka Panjang Keduanya

Dampak stunting dan gizi buruk tidak hanya terasa saat anak masih kecil, tetapi juga membawa risiko saat dewasa. Stunting berakibat pada penurunan kecerdasan, produktivitas, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Di sisi lain, gizi buruk jika tidak segera ditangani bisa berujung pada kematian, atau anak menjadi sangat rentan terhadap berbagai penyakit infeksi.

Penyebab Utama Stunting dan Gizi Buruk

Meskipun stunting dan gizi buruk sama-sama berakar pada masalah asupan dan kesehatan anak, keduanya memiliki penyebab yang berbeda dan memerlukan penanganan yang tidak sama. Memahami perbedaan faktor penyebab ini menjadi langkah awal penting dalam upaya pencegahan yang lebih efektif.

Faktor Risiko Stunting

Beberapa faktor utama penyebab stunting antara lain pola makan yang kurang baik, infeksi berulang, serta sanitasi dan akses air bersih yang kurang. Menurut Sutarto dkk dalam artikel Stunting, Faktor Risiko dan Pencegahannya, kekurangan gizi selama masa kehamilan dan anak usia dini sangat berkontribusi terhadap munculnya stunting. Selain itu, kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi juga memegang peran penting dalam risiko tersebut.
ADVERTISEMENT

Penyebab Gizi Buruk pada Anak

Gizi buruk biasanya berakar pada pemberian makanan yang tidak mencukupi dalam waktu singkat, seperti saat anak mengalami sakit berat, atau dalam kondisi sosial ekonomi yang sangat rendah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap pangan, penyakit kronis yang mengganggu penyerapan gizi, serta minimnya edukasi tentang makanan sehat dapat memperparah kondisi ini.

Persamaan dan Perbedaan Faktor Penyebab

Jika diperhatikan, baik stunting maupun gizi buruk dipengaruhi oleh kemiskinan, lingkungan yang kurang sehat, serta pola makan yang tidak tepat. Namun, periode terjadinya dan lama kekurangan gizi menjadi pembeda utama. Stunting timbul secara perlahan dan menetap, sedangkan gizi buruk terjadi secara lebih cepat dan bersifat akut.

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk dalam Penanganan

Karena perbedaan faktor dan gejalanya, langkah penanganan kasus stunting dan gizi buruk membutuhkan pendekatan yang tidak sama. Menerapkan strategi pencegahan dan penanganan yang tepat sangat memengaruhi masa depan anak.
ADVERTISEMENT

Strategi Pencegahan Stunting

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memastikan kecukupan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan. Dukungan faktor pendukung lainnya juga sangat penting, seperti sanitasi yang baik, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala. Atikah Rahayu dkk menekankan bahwa edukasi kepada keluarga mengenai gizi dan pola asuh berperan besar dalam menurunkan angka stunting, karena perilaku pengasuhan yang tepat dapat memperkuat pertumbuhan dan kesehatan anak secara menyeluruh.

Penanganan Kasus Gizi Buruk

Untuk gizi buruk, penanganannya lebih cepat dan spesifik, misalnya dengan pemberian makanan tambahan kaya energi dan protein. Anak yang mengalami gizi buruk harus mendapatkan pengawasan medis, serta penanganan penyakit penyerta. Intervensi medis, makanan terapi, dan perbaikan lingkungan menjadi kunci untuk memulihkan kondisi anak.
ADVERTISEMENT

Rekomendasi Upaya Pencegahan untuk Keluarga dan Masyarakat

Keterlibatan keluarga dalam memastikan pola makan sehat, sanitasi, dan akses pelayanan kesehatan menjadi langkah awal pencegahan. Di tingkat masyarakat, upaya promotif dan preventif seperti edukasi gizi, program posyandu, serta intervensi kebijakan dari pemerintah juga diperlukan agar masalah ini tidak semakin meluas.

Ringkasan Perbedaan Utama

Pengertian stunting dan perbedaannya dengan gizi buruk terletak pada penyebab, gejala, serta pola penanganannya. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang berlangsung kronis, sedangkan gizi buruk adalah kekurangan gizi akut yang tampak jelas dari berat badan yang sangat rendah.

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan Dini

Upaya edukasi dan pencegahan sejak dini sangat penting agar anak-anak tumbuh optimal. Memahami perbedaan dua kondisi ini akan memudahkan keluarga dan masyarakat untuk mengambil tindakan yang efektif, sehingga generasi mendatang bisa tumbuh sehat dan produktif.
ADVERTISEMENT
Reviewed by Sari Khairinisa