Konten dari Pengguna
Tahapan Perkembangan Anak yang Rentan Terhadap Stunting
3 Desember 2025 0:52 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Tahapan Perkembangan Anak yang Rentan Terhadap Stunting
Tahapan perkembangan anak yang rentan terhadap stunting adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan. Bagaimana intervensi terbaik dapat dilakukan?Info Gizi
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Perkembangan bayi hingga anak di usia dini sangat menentukan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang. Pada periode tertentu, anak rentan mengalami masalah gizi yang disebut stunting.
ADVERTISEMENT
Artikel ini akan membahas apa saja tahapan perkembangan anak yang rentan terhadap stunting, faktor penyebab, serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan.
Pengertian dan Dampak Stunting pada Perkembangan Anak
Stunting menjadi salah satu masalah gizi yang paling banyak ditemukan di Indonesia pada anak balita. Kondisi ini berdampak serius, terutama pada proses tumbuh kembang anak itu sendiri.
Definisi Stunting pada Anak
Secara sederhana, stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan anak jauh di bawah standar usia. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu lama dan bisa sudah mulai sejak dalam kandungan. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tubuh pendek dibandingkan teman sebayanya.
Dampak Jangka Panjang Stunting terhadap Tumbuh Kembang
Dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik anak, tetapi juga menyentuh perkembangan mental hingga kemampuan sosialnya. Anak-anak yang terkena stunting berisiko mengalami penurunan kemampuan belajar, gangguan intelegensia, bahkan potensi kesehatan yang rendah saat dewasa. Stunting juga bisa menurunkan produktivitas dan kesejahteraan seseorang di masa depan.
ADVERTISEMENT
Menurut penelitian Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Anak Usia 24–59 Bulan di Desa Wangen Polanharjo Klaten karya Anna Uswatun Qoyyimah dkk., stunting memiliki hubungan signifikan dengan keterlambatan perkembangan anak.
Anak stunting lebih berisiko mengalami gangguan perkembangan fisik maupun mental dibandingkan anak dengan status gizi normal. Itu sebabnya, penting bagi orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak sejak dini, terutama pada kelompok usia yang rentan.
Tahapan Perkembangan Anak yang Paling Rentan terhadap Stunting
Ada masa-masa tertentu dalam tumbuh kembang anak yang sangat rawan terhadap terjadinya stunting. Memahami periode rentan ini akan sangat membantu upaya pencegahan.
Usia Kritis Perkembangan Anak (24-59 Bulan)
Periode 24-59 bulan merupakan masa transisi penting dalam kehidupan balita. Pada usia ini, kebutuhan asupan gizi cukup tinggi karena mereka sedang tumbuh dengan pesat. Jika kekurangan asupan pada periode ini, anak sangat berisiko mengalami stunting yang efeknya bisa berlangsung lama.
ADVERTISEMENT
Alasan Anak Usia 2-5 Tahun Rentan Stunting
Anak usia 2-5 tahun sering mulai aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Sering kali, pola makan belum stabil didampingi kebiasaan memilih makanan. Di sisi lain, perkembangan organ dan sistem tubuh sedang berlangsung cepat, sehingga kekurangan zat gizi dapat berdampak signifikan.
Perkembangan Motorik, Kognitif, dan Sosial pada Usia Rentan
Selain pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, kognitif, hingga kemampuan sosial terjadi sangat pesat di usia ini. Anak mulai berjalan lancar, bicara dengan kalimat sederhana, serta mulai berinteraksi aktif dengan lingkungan. Hambatan pada perkembangan di periode ini jika tidak segera dikenali dapat menghambat anak mencapai potensi optimalnya.
Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan
Memahami apa saja yang meningkatkan risiko stunting pada usia 2-5 tahun penting untuk pencegahan dan perbaikan kondisi.
Nutrisi dan Pola Makan
Kebutuhan makronutrien dan mikronutrien, seperti vitamin, protein, zinc, dan zat besi, sangat mendesak di masa ini. Jika asupan tidak terpenuhi, terutama dari makanan bergizi seimbang atau jika anak sering sakit, risiko stunting akan meningkat. Sering kali, anak usia ini mulai pilih-pilih makanan sehingga orang tua perlu lebih kreatif dalam menyajikan menu harian.
ADVERTISEMENT
Lingkungan dan Status Sosial Ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan kurang mendukung, misalnya terbatasnya akses air bersih, sanitasi buruk, atau ekonomi keluarga yang menekan, berisiko lebih tinggi terkena stunting. Anak-anak dari keluarga kurang mampu biasanya sulit mendapatkan makanan bergizi secara rutin.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Stunting
Orang tua berperan penting dalam mencegah stunting. Selain menyediakan makanan sehat, orang tua juga perlu memantau pertumbuhan anak dengan membawa ke posyandu atau layanan kesehatan secara rutin. Keterlibatan aktif dari orang tua akan membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Anak
Dampak stunting pada anak bukan hanya perihal fisik yang mudah dikenali, namun juga menyangkut banyak aspek dalam hidupnya.
Gangguan Perkembangan Motorik
Stunting sering ditandai dengan terlambat berjalan, melompat, atau kesulitan melakukan aktivitas fisik lain. Hal ini menghambat anak untuk berkembang sesuai tahapan usianya.
ADVERTISEMENT
Hambatan Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Selain lambat bergerak, anak stunting juga berisiko mengalami keterlambatan bicara, sulit memahami instruksi, serta kurang responsif saat diajak berkomunikasi. Kondisi ini membuat perkembangan belajarnya ikut tertinggal.
Tanda-tanda Anak Stunting pada Masa Tumbuh Kembang
Penting untuk mengenali tanda dan gejala stunting sejak dini agar bisa segera ditangani.
Ciri Fisik Anak Stunting
Tanda fisik paling jelas adalah tubuh anak tampak lebih pendek dibanding usia sebayanya. Di samping itu, berat badan bisa tampak kurang proporsional, dan terkadang bentuk wajah terlihat lebih bulat atau pipi lebih tirus dari biasanya.
Gejala Keterlambatan Perkembangan
Anak stunting biasanya mengalami keterlambatan berjalan, sulit berbicara, atau kurang aktif bermain. Dalam beberapa kasus, anak tampak kurang percaya diri dan mudah lelah.
Cara Deteksi Dini Stunting
Deteksi dini bisa dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan anak secara rutin di posyandu atau puskesmas terdekat. Selain itu, orang tua perlu memantau perkembangan kemampuan motorik dan bicara anak sesuai usianya.
ADVERTISEMENT
Upaya Pencegahan dan Intervensi Dini
Menangani stunting harus dilakukan sejak awal, bahkan sebelum anak benar-benar menunjukkan gejala.
Pola Asuh dan Gizi Seimbang
Memberikan asupan makanan bergizi menjadi fokus utama. Orang tua perlu memastikan anak makan secara teratur, mendapatkan protein, karbohidrat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral setiap hari. Melatih pola asuh yang positif dan mendukung juga sangat dibutuhkan.
Intervensi Kesehatan Masyarakat
Posyandu, puskesmas, serta program pemerintah di bidang kesehatan gizi balita sangat berperan dalam mencegah dan menurunkan angka stunting. Kegiatan semacam pemberian makanan tambahan, imunisasi, serta edukasi gizi berkelanjutan sangat penting.
