Konten dari Pengguna

3 Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi oli untuk kendaraan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi oli untuk kendaraan. Foto: Unsplash

Oli merupakan minyak yang berguna untuk melumasi mesin kendaraan. Tanpa adanya oli, mesin kendaraan akan cepat panas dan mudah rusak. Agar kualitas oli kendaraan tetap baik perlu menggantinya dalam kurun waktu tertentu.

Jenis oli untuk kendaraan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya adalah oli mesin dan oli transmisi. Apa perbedaan oli mesin dan oli transmisi? Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.

Mengenal Oli Mesin

Ilustrasi oli mesin. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Perawatan Rutin Mencegah Mobil Mogok oleh Anthonius Riyanto, oli mesin adalah suatu cairan yang digunakan untuk melumasi mesin kendaraan yang bergerak guna mengurangi gaya gesek.

Oli mesin berperan sebagai pelindung yang mencegah terjadinya benturan antara komponen mesin pada kendaraan. Oli mesin juga dapat mencegah goresan serta keausan.

Pada umumnya, oli mesin terdiri dari 90 persen minyak dasar dan 10 persen zat tambahan. Oli mesin ini terbagi lagi menjadi beberapa macam jenis, di antaranya:

  1. Oli mineral: Oli berbahan dasar atau base oil dari minyak bumi, yang kemudian diolah dan ditambahkan zat aditif guna meningkatkan kemampuan beserta fungsinya.

  2. Oli sintetis campuran: Oli yang biasanya terdiri dari Polyalphaolifins melalui pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Setelah itu, senyawa tersebut dicampurkan dengan oli mineral.

  3. Oli full sintetis: Oli satu ini serupa dengan sintetis campuran, tetapi menggunakan bahan dasar dari gabungan formula serta aditif khusus guna menjaga kinerjanya di berbagai kondisi.

Banyak pabrikan kendaraan berbahan bakar bensin merekomendasikan penggantian oli mesin setiap 10.000 km. Sementara itu, untuk kendaraan berbahan bakar solar dengan turbocharged direkomendasikan setiap 5.000 km.

Baca juga: Apakah Mobil Listrik Pakai Oli? Ini Penjelasannya

Mengenal Oli Transmisi

Ilustrasi mengisi oli mobil. Foto: Shutterstock

Menurut Urip Sudirman dalam buku Metode Tepat Menghemat Bahan Bakar (Bensin) Mobil, oli transmisi merupakan pelumas yang digunakan pada sistem transmisi kendaraan. Oli ini berfungsi agar proses ganti gigi bisa berlangsung mudah dan lancar.

Pada kendaraan transmisi manual, oli transmisi menggunakan bahan alami dengan kekentalan di atas SAE 40. Sementara itu, oli transmisi untuk kendaraan transmisi otomatis menggunakan Automatic Transmission Fluid (ATF).

Secara umum, pabrikan merekomendasikan untuk mengganti oli transmisi pada kendaraan dengan transmisi manual setiap 10.000-20.000 km. Sementara untuk transmisi otomatis disarankan untuk ganti oli transmisi setiap 30.000-40.000 km.

Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan oli mesin dan oli transmisi adalah sebagai berikut:

  • Oli mesin adalah suatu cairan yang digunakan untuk melumasi mesin kendaraan yang bergerak secara keseluruhan. Sementara oli transmisi hanya berfungsi sebagai pelumas sistem transmisi kendaraan.

  • Oli mesin terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu oli mineral, sintetis campuran, dan full sintesis. Sementara oli transmisi terbagi menjadi dua, yaitu berbahan alami dengan kekentalan di atas SAE 40 (transmisi manual) dan Automatic Transmission Fluid (transmisi otomatis).

  • Oli mesin dianjurkan untuk rutin diganti setiap 5.000 km (bahan bakar solar) hingga 10.000 km (bahan bakar bensin). Sementara oli transmisi diganti setiap 10.000-20.000 km (transmisi manual) dan 30.000-40.000 km (transmisi otomatis).

(NDA)