Akibat Telat Ganti Oli yang Perlu Diketahui Pemilik Kendaraan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak sedikit pengendara yang menganggap ganti oli kendaraan adalah hal sepele. Padahal, oli yang jarang diganti dapat mengakibatkan kerusakan yang fatal pada kendaraan. Apa akibat telat ganti oli?
Seiring waktu, oli di dalam ruang mesin kendaraan akan terkontaminasi oleh partikel debu, kotoran, dan zat-zat kimia yang dihasilkan ketika mesin bekerja.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk rutin mengganti oli secara berkala. Di bawah ini akan diuraikan beberapa akibat jika terlalu sering telat ganti oli.
Akibat Telat Ganti Oli
Mengutip laman Astra-Honda, mengganti oli secara teratur dapat membuat mesin selalu terlindungi dan performanya selalu dalam kondisi prima. Namun, jika oli telat diganti, akan timbul beberapa efek berikut ini.
1. Performa Mesin Menurun
Oli yang sudah tua atau kotor tidak dapat melumasi komponen mesin dengan baik, sehingga performa mesin bisa menurun. Mesin mungkin akan terasa lebih berat dan kurang responsif.
2. Kerusakan Komponen Mesin
Gesekan antar-komponen mesin akan meningkat jika oli tidak diganti tepat waktu. Ini bisa menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian mesin, seperti piston, silinder, dan bearing, yang akhirnya dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang mahal.
3. Overheating
Oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Jika oli terlalu kotor atau jumlahnya tidak cukup, mesin bisa mengalami overheating yang dapat merusak komponen internal mesin.
4. Efisiensi Bahan Bakar Menurun
Oli yang tidak optimal dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras, sehingga bisa mengurangi efisiensi bahan bakar. Kendaraan akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menjalankan tugas yang sama dan mengakibatkan pemborosan.
5. Usia Mesin Pendek
Secara keseluruhan, telat mengganti oli dapat memperpendek usia mesin kendaraan. Merawat kendaraan dengan baik, termasuk mengganti oli secara rutin merupakan investasi jangka panjang yang dapat memperpanjang umur kendaraan.
Baca Juga: Kenapa Oli Motor Bocor? Ini Penyebabnya
Waktu Ganti Oli Kendaraan
Merujuk buku Panduan Praktis Merawat dan Memperbaiki Sepeda Motor karya Ir. Hartoto Soedarmo. S. E., motor dianjurkan untuk diganti oli mesinnya setiap 7.500-10.000 km. Setelah itu, penggantian oli motor dilakukan setiap kelipatan 3 dari 10.000 km.
Di sisi lain, menurut buku Teknologi Dasar Otomotif susunan Z. Furqon, S. T., oli mesin mobil transmisi otomatis dianjurkan untuk diganti setiap 5.000 km dan mobil transmisi manual disarankan untuk ganti oli tiap kilometer 3.000-4.000.
Selain mematuhi ketentuan tersebut, usahakan juga untuk memilih jenis oli yang sesuai dengan kendaraan dan rekomendasi pabrikan agar kualitas mesin tetap terjaga.
Kriteria Oli yang Bagus
Berikut kriteria yang menandakan bahwa oli layak digunakan, sebagaimana dirangkum dari buku Panduan Praktis Merawat dan Memperbaiki Sepeda Motor karangan Ir. Hartoto Soedarmo. S.E.
Harus mempunyai kekentalan yang tepat.
Kekentalan harus relatif stabil tanpa terpengaruh perubahan dalam temperatur.
Apabila temperaturnya terlalu rendah, lapisan oli ini akan mudah rusak dan akan menyebabkan keausan pada komponen. Sedangkan, bila temperatur terlalu tinggi, akan menambah tahanan (beban) dalam pergerakan komponen-komponennya dan akan menyebabkan mesin berat saat dimulai (start). Selain itu, tenaga mesin menjadi berkurang.
Pelumas mesin harus sesuai dengan penggunaan metal.
Tidak merusak atau anti-karat terhadap komponen.
(NDA)
