Apa Itu Bahan Bakar Fosil? Ini Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahan bakar fosil adalah adalah jenis bahan bakar yang berasal dari dalam bumi. Di Indonesia, energi fosil masih menjadi sumber energi utama.
Sayangnya, bahan bakar fosil ini adalah bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Selain itu, bahan bakar fosil memiliki dampak buruk kepada lingkungan sekitar, contohnya seperti pencemaran udara, emisi gas rumah kaca, dan pemanasan global.
Dikutip dari laman March, proses pembentukan energi fosil ini berlangsung sejak miliaran tahun lalu. Semuanya ini dimulai pada masa Archean Eon.
Bahan bakar fosil ini memiliki tiga bahan utama, yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga bahan utama tersebut, simak informasinya berikut ini.
Jenis-jenis Bahan Bakar Fosil
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahan bakar fosil ini memiliki peran penting pada kehidupan manusia di bumi. Profesor Teknik Lingkungan dan Kebijakan Publik di di Carnegie Mellon University, Edward Rubin, mengatakan:
“Bahan bakar fosil saat ini memasok sekitar 80 hingga 85 persen energi dunia. Ini sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.”
Bisa disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar fosil sendiri harus dilakukan dengan cara bijak. Untuk jenis-jenis bahan bakar fosil sendiri, di antaranya:
1. Minyak Bumi
Jenis bahan bakar fosil ini berasal dari berbagai campuran dari hidrokarbon yang masuk dalam kelompok senyawa parafin, naphtena, olefin, dan aromatik. Kelompok senyawa ini berbeda dari yang lain dalam kandungan hidrogennya.
Minyak mentah jika dilakukan penyulingan akan menghasilkan beberapa jenis minyak yaitu bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak bakar, dan lain-lain.
2. Gas Alam
Selain minyak bumi, bahan bakar fosil juga menghasilkan gas alam. Gas alam sendiri memiliki dua jenis, yaitu Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquid Petroleum Gas (LPG).
Dikutip dari jurnal berjudul Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Energi Terbarukan untuk Mendukung Substitusi BBM karya Imam Kholiq, CNG ini terdiri dari metana. sedangkan pada LPG memiliki campuran propana, butana dan bahan kimia lainnya.
Untuk cara pengambilannya sendiri dilakukan dengan cara melakukan pengeboran dan hasilnya disalurkan ke pipa. Maka, gas bumi akan naik ke dalam pipa tersebut untuk ditampung energinya.
Gas bumi sendiri muncul bersama dengan minyak bumi dan batu bara. Jadi, penambahan minyak bumi dan batu bara juga dapat mengambil gas bumi dari dalam tanah. Oleh karena itu, penambangan minyak bumi dan batu bara juga dapat mengambil gas bumi dari dalam tanah.
3. Batu Bara
Dan yang terakhir ada Batu Bara, untuk jenis ini memiliki bentuk yang padat. Batu bara sendiri terbentuk dari endapan organik yang telah melalui proses pembatubaraan.
Sedikit informasi untuk Anda, batu bara ini merupakan bahan bakar fosil yang diambil dari hasil tambang. Unsur yang membentuknya terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen.
Frequently Asked Question Section
Apa unsur yang membentuk batu bara?

Apa unsur yang membentuk batu bara?
Unsur yang membentuknya terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen.
Apa campuran dari LPG?

Apa campuran dari LPG?
LPG memiliki campuran propana, butana dan bahan kimia lainnya.
Apa hasil penyulingan minyak mentah?

Apa hasil penyulingan minyak mentah?
Minyak mentah jika dilakukan penyulingan akan menghasilkan beberapa jenis minyak yaitu bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak bakar, dan lain-lain.
(HDZ)
