Fungsi Lampu Spiritus dan Cara Menggunakannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lampu spiritus atau pembakar spiritus merupakan sebuah alat laboratorium yang dapat menghasilkan api. Adapun fungsi lampu spiritus sama dengan bunsen pembakaran.
Mengutip buku Panduan Lengkap Jamur oleh Dr. Ir. Achmad, M.S. , Mugiono, S.P. , Tias Arlianti, S.P. , Chotimatul Azmi, S.P., lampu spiritus berfungsi untuk membakar zat atau memanasi larutan.
Selain itu, lampu spiritus pun bisa difungsikan untuk mengkondisikan steril pada proses inokulasi. Simak terus uraian artikel ini untuk mengetahui fungsi lampu spiritus dan cara menggunakannya.
Fungsi Lampu Spiritus
Dinukil dari buku Pengenalan Alat-Alat Praktikum IPA karangan Rasmini, Haslinda, Muhammad Arsyad, berikut beberapa fungsi lampu spiritus lainnya:
1. Alat Penunjang dalam Proses Pengujian
Pembakar spiritus memiliki peran penting sebagai alat penunjang dalam proses pengujian yang memerlukan pemanasan di dalamnya. Pengujian tersebut biasanya bersifat kualitatif dalam kimia analitik, misalnya pemanasan uji kualitatif pada beberapa peralatan berikut:
Tabung Reaksi: Peralatan laboratorium berupa gelas berbentuk tabung sebesar kira-kira jari tangan manusia dewasa yang terbuat dari kaca atau plastik, terbuka di bagian atasnya, dan biasanya alasnya berbentuk huruf-U. Fungsinya untuk menampung, mencampur, atau memanaskan sejumlah kecil bahan kimia padat atau cair.
Erlenmeyer: Alat gelas laboratorium yang berfungsi untuk mewadahi bahan kimia cair, menampung larutan yang akan digunakan, dan tempat pembiakan mikroba.
Gelas Beaker: Wadah penampung yang berfungsi untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan yang biasanya digunakan dalam laboratorium.
2. Alat untuk Menguapkan Bahan Kimia
Pembakar spiritus berfungsi pula sebagai alat untuk menguapkan arti bahan kimia dengan menggunakan cawan petri porselin. Proses penguapan tersebut tentunya akan dibantu dengan rangkaian kaki tiga dan kawat kasa, sehingga proses penguapan sampel laboratorium akan lebih cepat terjadi.
Baca juga: Mengenal Alat-alat Laboratorium Biologi dan Fungsinya
Cara Menggunakan Lampu Spiritus
Berikut langkah-langkah untuk menggunakan lampu spiritus yang dijelaskan dalam laman The McCrone Group:
Gunakan standar keamanan, kenakan alat pelindung diri (APD), jauhkan bahan-bahan yang bersifat flamable atau mudah terbakar.
Letakkan lampu spiritus di sebuah tatakan yang tahan api dan jangan lupa periksa terlebih dulu selang yang akan digunakan. Jangan sampai ada kebocoran dan posisikan kran tersebut dalam keadaan tertutup yaitu membentuk huruf L.
Pastikan katup udaranya dalam keadaan tertutup dengan cara memutar coral sampai tidak bisa dibuka sehingga tidak ada udara yang masuk.
Nyalakan korek kemudian nyalakan gas melalui katup. Lampu spiritus pun akan menyala.
Saat menyalakan api jangan meletakkan tangan di atas barel karena akan rentan terkena api, sebaiknya letakkan tangan sedikit di bawah barel.
Jangan meninggalkan bunsen dalam kondisi menyala.
Matikan bunsen dengan dengan cara menutup bagian coral terlebih dahulu.
Tutup kran utama dan pastikan apinya sudah mati.
(NDA)
