Konten dari Pengguna

Fungsi Piggyback pada Mobil, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

Infootomotif

Infootomotif

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobil. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Mobil. Foto: Pexels

Pada mobil, piggyback adalah teknologi komputer berupa chip microcomputer yang dipasang pada mesin kendaraan. Chip tersebut ditanamkan pada electronic control unit (ECU) sebuah mobil.

Teknologi ini umumnya digunakan pada mobil balap. Namun, dengan adanya ECU dan berkembangnya teknologi kelistrikan, kini mobil konvensional pun dapat dipasang sistem piggyback.

Mengutip Auto2000, fungsi piggyback pada mobil sejatinya untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Mobil yang dipasang piggyback juga akan lebih optimal dalam menggunakan bahan bakar.

Adapun pemasangan piggyback pada mobil tidak bisa sembarangan, dan sebaiknya dilakukan di bengkel agar ditangani oleh para montir yang memiliki keahlian dan spesialisasi di bidang tersebut.

Cara Kerja Piggyback pada Mobil

Mobil. Foto: Pexels

Dikutip dari kumparanOTO, Tuner Sigma Speed Racing Imam Firdaus menjelaskan, cara kerja piggyback adalah memanipulasi data dari ECU untuk kemudian dikirim ke mesin. Dengan begitu, injeksi bahan bakar akan mengikuti piggyback, bukan ECU lagi.

Selain itu, piggyback juga dilengkapi dengan panel khusus yang memungkinkan pengguna untuk mengatur sistem injeksi sesuai dengan keinginan mereka. Di pasaran sendiri piggyback biasanya hadir dengan memiliki lima macam pilihan pengaturan.

Fitur tersebut meliputi pemilihan jenis bahan bakar, penghematan konsumsi BBM, optimasi tenaga mesin meski nantinya akan ada sedikit pemborosan, dan pengaturan lainnya yang membuat mobil lebih bertenaga.

Baca juga: Mengenal Power Steering dan Jenis-jenisnya

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Piggyback pada Mobil

Mobil. Foto: Pexels

Menurut Bimmer Tech, piggyback bisa menjadi pilihan alternatif untuk meningkatkan performa mobil dengan harga terjangkau. Penggunaannya pun tidak memerlukan modifikasi apapun.

Anda hanya perlu menghubungkan piggyback ke ECU mobil. Selain itu, karena tidak diperlukan pengkodean, piggyback memungkinkan untuk mengembalikan mobil ke setelan awal dengan relatif mudah.

Walau begitu, piggyback juga memiliki kekurangan karena cara kerjanya yang memanipulasi data. Penggunaan teknologi ini bisa saja tidak berpengaruh apapun pada performa mesin mobil karena masih dibatasi oleh penyetelan ECU pabrikan.

Akibat dari hal tersebut, performa mobil bisa saja menurun, bahkan mungkin menjadi tersendat-sendat dan menghilangkan semua kenyamanan berkendara yang dimiliki sebelumnya.

(NDA)