Kapan Ganti Minyak Rem Motor? Ini Waktu yang Tepat dan Cara Memeriksanya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perawatan rutin pada motor sangat penting untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah minyak rem.
Mengutip buku Mencari & Memperbaiki Kerusakan Sepeda Motor 4-Tak karya Toto Suwarto, minyak rem berfungsi untuk melumasi komponen logam di bagian cakram dan kampas.
Dengan adanya minyak rem, pengendara dapat menghentikan kendaraan dengan aman. Oleh karena itu, penting untuk mengganti minyak rem secara berkala.
Lantas, kapan ganti minyak rem motor? Artikel ini akan membahas kapan sebaiknya mengganti minyak rem motor dan cara memeriksanya secara lengkap.
Waktu Terbaik Ganti Minyak Rem Motor
Mengganti minyak rem secara berkala adalah bagian penting dari perawatan motor. Berikut waktu terbaik faktor yang menentukan kapan sebaiknya minyak rem diganti.
1. Setiap 2 tahun sekali atau setiap 20.000 km
Umumnya, produsen motor merekomendasikan untuk mengganti minyak rem setiap 2 tahun sekali atau setiap mencapai 20.000 km, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Hal ini disebabkan karena minyak rem dapat menyerap kelembapan dari udara seiring waktu, yang dapat menurunkan titik didihnya dan mengurangi efektivitas pengereman.
Selain itu, minyak rem yang sudah lama digunakan bisa terkontaminasi kotoran yang mengakibatkan penurunan performa.
2. Ketika minyak rem berubah warna
Minyak rem yang masih baik biasanya berwarna kuning atau cokelat terang. Jika minyak rem sudah berubah menjadi lebih gelap atau kecokelatan, ini merupakan tanda bahwa minyak rem perlu diganti.
Perubahan warna ini disebabkan oleh penumpukan kotoran dan kelembapan yang dapat mengurangi efektivitas minyak rem.
3. Saat terjadi penurunan performa rem
Jika Anda merasakan bahwa rem motor tidak seefektif biasanya, atau jika tuas rem terasa lebih lembut dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa minyak rem perlu diganti. Penurunan performa rem bisa disebabkan oleh adanya udara dalam sistem pengereman atau minyak rem yang sudah tidak optimal.
Baca juga: Perbedaan ABS dan Non ABS, Mulai dari Cara Kerja dan Komponennya
Cara Memeriksa dan Mengganti Minyak Rem Motor
Selain mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem, penting juga untuk mengetahui cara memeriksa dan menggantinya. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti.
1. Memeriksa tingkat minyak rem
Langkah pertama adalah memeriksa tingkat minyak rem di dalam reservoir atau tabung minyak rem. Reservoir biasanya terletak di dekat tuas rem depan atau di dekat pedal rem belakang.
Pastikan tingkat minyak rem berada di antara tanda "min" dan "max" yang tertera pada tabung. Jika tingkatnya berada di bawah tanda "min," tambahkan minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda.
2. Mengganti minyak rem
Mengganti minyak rem memerlukan beberapa alat dan bahan seperti minyak rem baru yang sesuai, selang, dan wadah untuk menampung minyak rem bekas. Berikut langkah-langkahnya:
Pastikan Anda memiliki minyak rem baru, selang, dan wadah untuk menampung minyak rem bekas.
Buka tutup reservoir dan gunakan selang untuk menguras minyak rem lama ke dalam wadah.
Isi reservoir dengan minyak rem baru hingga mencapai tanda "max."
Proses ini penting untuk mengeluarkan udara yang terperangkap dalam sistem pengereman. Buka katup bleeding di kaliper rem, pompa tuas rem, dan biarkan minyak rem mengalir keluar. Pastikan tidak ada gelembung udara yang keluar dari selang.
Tutup katup bleeding dan periksa kembali tingkat minyak rem di reservoir. Tambahkan jika perlu dan pastikan tidak ada kebocoran.
3. Lakukan uji coba
Setelah mengganti minyak rem, lakukan uji coba pengereman untuk memastikan bahwa rem berfungsi dengan baik. Pastikan tidak ada perubahan signifikan dalam tekanan tuas rem dan rem berfungsi dengan responsif.
(NDA)
