Konten dari Pengguna

Mengenal Dial Indikator, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dial indikator. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dial indikator. Foto: Pexels

Dial indikator merupakan salah satu alat yang kerap digunakan dalam perawatan dan perbaikan kendaraan. Alat ini berguna untuk memberikan hasil pengukuran yang tepat.

Bentuk dial indikator menyerupai jam analog dengan dua sampai tiga jarum penunjuk. Selain itu, yang menarik dari alat ini yaitu skala pengukurannya sangat kecil dengan ketelitian mencapai 0,01 mm.

Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak sajian informasi di bawah ini mengenai apa yang dimaksud dengan dial indikator beserta fungsi dan cara menggunakannya.

Apa Itu Dial Indikator?

Ilustrasi pengertian dial indikator. Foto: Unsplash

Dial indikator kerap disebut juga dengan sebutan dial gauge. Mengutip dari buku Pekerjaan Dasar Teknik Mesin untuk SMK/MAK Kelas X (2020) karya Muh. Nurkolis, S.Pd., M.T, dial indikator digunakan untuk mengukur dan memeriksa kerataan atau kesejajaran pada permukaan benda dengan skala pengukuran yang sangat kecil.

Dalam dunia otomotif, dial indikator biasanya berguna untuk memperbaiki suku cadang atau komponen otomotif tertentu, seperti memeriksa kerusakan maupun keauasan pada bagian-bagian mesin mobil.

Dalam penggunaannya, alat ini tidak bisa berdiri sendiri. Dial indikator memiliki alat bantu yang disebut sebagai magnetic base.

Adapun fungsi dari magnetic base adalah untuk menopang dial indikator dan berfungsi untuk mengatur tinggi, rendah, serta kemiringan pada benda yang akan diukur.

Baca Juga: Apa Itu RPM? Ini Pengertian dan Fungsinya pada Mobil

Fungsi Dial Indikator

Ilustrasi fungsi dial indikator. Foto: Pexels

Dial indikator memiliki beragam kegunaan untuk mengukur mesin. Berikut ini adalah beberapa fungsi dial indikator.

1. Mengukur Kerataan pada Permukaan Bidang Datar

Komponen pada kendaraan harus dipastikan tingkat kerataannya supaya dapat bekerja dengan baik. Untuk mengukur kerataan komponen dapat menggunakan dial indikator.

Teknisi biasanya memakai alat ini untuk mengukur rem cakram dan flywheel. Jika hasil pengukuran permukaan tidak rata, maka perlu adanya perbaikan.

2. Mengukur Tingkat Kerataan dan Kebulatan Sebuah Poros

Kegunaan dial indikator tidak hanya untuk mengukur tingkat kerataan dari bidang datar, melainkan juga dapat mengukur kebulatan suatu poros. Salah satunya untuk memeriksa kondisi crankshaft dan crank journal.

3. Mengukur Kesejajaran pada Permukaan Benda

Alat ini bisa digunakan untuk mengukur tingkat kesejajaran permukaan mesin, seperti misalnya pada liner projection dan piston protrusion.

4. Mengukur Jarak End Play

Dial indikator berfungsi pula untuk mengukur jarak end play suatu objek. Dalam hal ini, jarak end play berarti jarak gerak bebas dari sebuah komponen, misalnya untuk komponen crankshaft.

Tujuan pengukuran ini supaya komponen dapat bekerja dengan baik dan tidak mengalami kemacetan.

Cara Menggunakan Dial Indikator

Ilustrasi cara menggunakan dial indikator. Foto: Unsplash

Menggunakan dial indikator yang benar dan pembacaan hasil pengukuran yang tepat akan membantu menemukan ukuran benda kerja yang akurat. Berikut ini adalah panduan memakai alat ini.

  1. Letakkan dial indikator pada permukaan yang rata.

  2. Pasang alat magnetic base supaya dial indikator dapat menempel dengan erat.

  3. Atur posisi dial indikator agar jarum indikator bisa menyentuh benda kerja yang akan diukur.

  4. Kendurkan sekrup pengikat pada skala lalu posisikan angka 0 sejajar dengan jarum penunjuk, setelah itu kencangkan lagi sekrup pengikatnya.

  5. Gerakkan benda kerja sesuai dengan kebutuhan yang ingin dikur.

  6. Baca nilai penyimpangan jarum penunjuk pada skala yang ditampilkan dan catat hasilnya.

(SA)