Mengenal Fungsi D, D1, D2, dan D3 pada Mobil Matic

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobil matic kian diminati masyarakat karena penggunaannya yang cukup simpel. Pengendara hanya perlu menggeser tuas atau persneling untuk memindahkan gigi pada mobil matic.
Persneling mobil matic sendiri memiliki kode yang terdiri dari gabungan antara huruf dan angka. Kode tersebut antara lain P, R, N, D, D1, D2, D3, dan L.
Setiap kode pada persneling mobil matic ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Lantas, apa fungsi D, D1, D2, dan D3 pada mobil matic? Simak penjelasannya di bawah ini.
Fungsi D, D1, D2, dan D3 Pada Mobil Matic
Dikutip dari laman Dubizzle, kode D pada persneling mobil matic berarti Drive atau mengemudi. Ini mengaktifkan gigi depan dalam transmisi. Transmisi akan secara otomatis berpindah antar gigi seiring dengan akselerasi dan penurunan kecepatan kendaraan.
Posisi D ditujukan untuk berkendara normal di sebagian besar situasi, seperti di jalan raya atau lalu lintas kota. Kendaraan akan bergerak maju saat berada di posisi D saat pengemudi menekan pedal akselerator. Beberapa mobil juga memiliki tipe mode gigi D sebagai berikut:
D1: Gigi pertama yang digunakan untuk torsi maksimum dan daya tarik pada kecepatan rendah, seperti saat menarik beban berat atau berkendara di tanjakan terjal.
D2 dan D3: Gigi kedua dan ketiga yang diaktifkan di mana diperlukan lebih banyak traksi atau pengereman, seperti saat berkendara di jalan licin.
Baca juga: Cara Mengerem Mobil Matic yang Benar Agar Selamat Sampai Tujuan
Fungsi P, R, N, dan L Pada Mobil Matic
Selain kode D, Pengendara juga perlu paham fungsi dari kode P, R, N, dan L yang terdapat pada persneling mobil matic. Berikut masing-masing penjelasannya yang dikutip dari laman Motor Biscuit.
1. P (Parkir)
P pada persneling mobil matic berarti Parking. Saat pengemudi memindahkan tuas pemindah gigi ke posisi P, mekanisme penguncian pada transmisi akan diaktifkan sehingga kendaraan tidak dapat bergerak.
Saat mobil berada pada posisi P, mesin akan terputus dari roda sehingga mencegah mesin mengalami kerusakan akibat tegangan saat mencoba menggerakkan kendaraan yang diam.
2. R (Reverse)
R pada persneling mobil matic memiliki arti Reverse. Ketika tuas pemindah gigi otomatis berada pada posisi R, maka akan mengaktifkan gigi mundur pada transmisi, sehingga kendaraan dapat bergerak mundur.
Pengemudi harus berhenti total sebelum berpindah ke gigi mundur. Ini akan memastikan bahwa ada cukup jarak di belakang kendaraan sebelum mundur. Selain itu, gunakan kaca spion dan kaca spion untuk memeriksa rintangan atau pejalan kaki sebelum mundur.
3. N (Neutral)
Kode N pada persneling mobil matic berarti Netral. Ketika pengemudi memindahkan tuas pemindah gigi otomatis ke posisi N, transmisi dari mesin akan terputus. Pada posisi transmisi ini, mobil dapat maju dan mundur jika ada dorongan maupun sedang berada di permukaan yang tidak rata.
4. L (Low Gear/Range)
L adalah singkatan dari Low Gear atau Low Range. Ini adalah mode yang terdapat pada beberapa kendaraan dengan transmisi otomatis dengan sistem penggerak empat roda.
Saat tuas pemindah gigi berada pada posisi L, transmisi terkunci pada gigi terendah yang tersedia. Ini memberikan torsi maksimum dan daya tarik.
Pada beberapa kendaraan, mode L membantu pengereman mesin saat menuruni bukit. Saat pengemudi berpindah ke L, transmisi akan turun ke gigi yang lebih rendah, meningkatkan RPM mesin dan memperlambat kendaraan tanpa perlu melakukan pengereman terus-menerus.
(NDA)
