Servis Mobil untuk Mudik, Apakah Perlu? Ini Penjelasannya

Konten dari Pengguna
3 April 2024 10:40 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi servis mobil untuk mudik. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi servis mobil untuk mudik. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tinggal hitungan hari sebelum orang beramai-ramai pulang ke kampung halamannya jelang Hari Raya Lebaran. Jika punya rencana mudik dengan mobil pribadi, jangan lupa servis terlebih dahulu untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.
ADVERTISEMENT
Lalu, apa saja servis yang perlu dilakukan pada mobil untuk persiapan mudik? Mengutip kumparanOTO, Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, servis mobil untuk mudik sama seperti saat melakukan servis berkala.
Dengan kata lain, jika dalam waktu dekat mobil baru saja diservis, maka servis bisa kembali dilakukan usai pulang mudik atau sesuai dengan ketetapan yang dianjurkan pabrikan.

Servis Mobil untuk Mudik

Ilustrasi servis mobil untuk mudik. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) memprediksi setidaknya akan ada 18,3 persen warga yang mudik menggunakan kendaraan pribadi. Sebanyak 35,42 juta di antaranya memakai mobil pribadi.
Agar perjalanan bisa berjalan lancar dan nyaman, penting untuk servis mobil yang akan digunakan sebelum melaksanakan mudik dari jauh-jauh hari. Secara umum, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat servis mobil untuk mudik.
ADVERTISEMENT

1. Pengecekan mesin secara menyeluruh

Pengecekan mesin secara menyeluruh perlu dilakukan karena kendaraan akan melakukan perjalanan dengan total jarak tempuh hingga ratusan kilometer. Bagian yang perlu dicek antara lain seperti bagian pengereman, oli, filter udara, lampu, dan masih banyak lagi.
Bagian timing belt juga perlu dicek agar mengetahui apakah kondisinya masih bagus atau sudah retak. Komponen ini sendiri sangat vital karena mendukung kinerja satu komponen dengan komponen lainnya.

2. Kondisi kelistrikan kendaraan

Bagian kelistrikan kendaraan menjadi hal penting yang harus dicek dan dirawat sedemikian rupa. Alasannya karena kelistrikan yang berasal dari aki dapat memengaruhi kinerja beberapa komponen lain, seperti lampu, sistem entertainment, hingga sistem starter.
Semua komponen tersebut saling membutuhkan kinerja kelistrikan yang prima. Itulah mengapa bagian ini perlu dicek, termasuk volume air aki itu sendiri.
ADVERTISEMENT

3. Kondisi air radiator

Melakukan perjalanan yang jauh hingga ratusan kilometer dapat membuat mesin kendaraan rentan panas. Namun, dengan adanya air radiator, maka mesin dapat berada di tingkatan suhu yang tepat. Hal ini dapat diperoleh dengan kinerja sistem radiator yang baik.
Level air radiator yang kurang dapat membuat mesin menjadi lebih cepat panas. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan dengan melihat seberapa banyak air radiator yang masih ada.
Jika sudah berkurang, maka perlu ditambahkan dengan cairan khusus. Kemudian bagian tabung air atau reservoir radiator juga perlu dicek.

4. Periksa bagian kaki-kaki kendaraan

Bagian kaki-kaki kendaraan akan mempengaruhi tingkat kenyamanan pengendara. Salah satu bagian pada kaki kendaraan yang perlu diperhatikan adalah bearing di roda.
ADVERTISEMENT
Bearing ini harus dalam kondisi baik. Jangan sampai ada kejadian rusak atau pecah di jalan karena dapat membuat kendaraan tidak bisa dikendarai lagi sebelum bearing diperbaiki.

5. Cek kondisi ban

Jika kondisi permukaan ban sudah mulai botak, maka perlu menggantinya. Jangan sampai cengkeraman ban kendaraan tidak optimal karena dapat mengakibatkan muncul masalah selip saat melintasi jalanan licin.
Cek juga tekanan angin ban. Jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah juga. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan pengendara dan penumpang, khususnya ketika melewati jalanan dengan permukaan tidak rata.
(NDA)