Konten dari Pengguna

SIM B1 untuk Pengendara Apa? Ini Penjelasannya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi sopir truk dalam program 'Jasa Marga Tertib Lalu Lintas 2019'. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi sopir truk dalam program 'Jasa Marga Tertib Lalu Lintas 2019'. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri

Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan suatu keharusan saat berkendara di jalanan umum. Dokumen penting ini menjadi bukti registrasi dan identifikasi bagi kepolisian bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan dalam berkendara.

SIM terbagi ke dalam beberapa golongan berdasarkan jenis kendaraan yang dikemudikan. Adapun yang paling umum dimiliki adalah SIM A dan C, masing-masing digunakan untuk mengemudikan mobil dan motor pribadi.

Namun selain itu, masih ada lagi jenis SIM lainnya yang berlaku di Indonesia, termasuk SIM B1. Lantas SIM B1 untuk pengendara apa? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya pada uraian berikut.

Penggunaan SIM B1 untuk Pengendara

Peserta membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot, Jakarta, Selasa (2/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

SIM B merupakan jenis SIM yang wajib dimiliki pengendara sebelum mengemudikan kendaraan berat seperti bus dan truk. SIM B pun dibagi dua yaitu SIM B1 dan SIM B2.

Kedua jenis SIM ini dibagi lagi ke dalam dua kategori yakni SIM perseorangan dan juga SIM umum. Berikut penjelasannya.

1. SIM B1 Perseorangan

Untuk jenis SIM B1 perseorangan digunakan sebagai syarat legalitas untuk mengemudikan kendaraan barang atau penumpang dengan berat lebih dari 3500 kg.

Adapun jenis kendaraan yang biasanya memakai SIM ini adalah mobil angkutan barang atau bus perseorangan.

2. SIM B1 Umum

Selain SIM B1 perseorangan, ada pula jenis SIM B1 umum. Penggunaan SIM B1 Umum ditujukan untuk mobil penumpang dan barang yang memiliki tujuan komersial.

Ketentuan kendaraan yang dikemudikan yaitu berupa mobil penumpang umum dan mobil barang umum, dengan bobot yang diizinkan tidak lebih dari 3.500 kg.

Baca Juga: Biaya Pembuatan SIM A Baru, Syarat, dan Caranya

Syarat Pembuatan SIM B1

Petugas merekam data pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di ruang pembuatan SIM Satuan Lalulintas (Satlantas). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Bagi pengendara yang ingin membuat SIM B1, harus melengkapi sejumlah persyaratan yang dibutuhkan. Mengutip dari laman Satlantas Polrestabes Surabaya, berkas persyaratan membuat SIM B1 antara lain:

  • Memiliki SIM A yang telah digunakan selama 12 bulan sejak diterbitkan.

  • Sudah berusia minimal 21 tahun.

  • Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi WNI atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA).

  • Surat keterangan kesehatan jasmani dari dokter.

  • Surat keterangan kesehatan rohani dari biro psikologi

  • Lulus ujian teori, praktik, dan uji simulator.

Selain melengkapi dokumen-dokumen persyaratan, pemohon juga perlu mempersiapkan sejumlah biaya untuk proses pembuatan SIM.

Mengenai tarif penerbitan SIM B1, besaran tarif telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 tahun 2020, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dalam peraturan itu, disebutkan bahwa biaya tarif penerbitan SIM B1 dan B2 sebesar Rp 120.000. Namun, biaya ini belum termasuk biaya psikotes hingga cek kesehatan.

Demikian adalah penjelasan mengenai penggunaan SIM B1 dan syarat pembuatannya yang perlu diketahui pengendara.

(SA)