Konten dari Pengguna

Zat yang Ditambahkan ke Dalam Bensin untuk Menaikkan Bilangan Oktan Adalah Ini

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengisian bensin (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengisian bensin (Foto: Pixabay)

Zat yang ditambahkan kedalam bensin untuk menaikkan bilangan oktan sangatlah dicari informasinya. Seperti yang kita tahu, bensin menjadi salah satu bahan bakar yang terbuat dari minyak mentah dan cairan minyak bumi lainnya.

Atas dasar inilah bensin terutama dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin pada kendaraan. Bahkan sebagian besar bensin yang diproduksi oleh kilang minyak bumi sebenarnya adalah bensin yang belum jadi (atau bahan bakar campuran).

Bensin adalah campuran kompleks dari ratusan hidrokarbon yang berbeda dengan besar jenuh serta mengandung 4 hingga 12 atom karbon per molekul. Bensin yang digunakan dalam mobil (automobile gasoline) umumnya mendidih antara 30° dan 200° C (85° dan 390° F), campurannya disesuaikan dengan ketinggian dan musim.

Bensin yang juga disebut gasolin merupakan campuran arti hidrokarbon cair yang mudah menguap dan mudah terbakar yang berasal dari fraksi minyak bumi dan digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin pembakaran internal. Adapun untuk bensin pada awalnya diproduksi dengan arti destilasi, hanya memisahkan pemanfaatan fraksi minyak bumi mentah yang lebih mudah menguap dan lebih berharga.bensin

Ini Zat yang Ditambahkan ke Dalam Bensin untuk Menaikkan Bilangan Oktan

Dikutip dari penelitian Pembuatan Adiktif Bensin Melalui Perengkahan Katalik Metil Ester Minyak Sawit dan Penambahan Gugus Nitro oleh Rudy Wijaya, untuk menaikkan angka oktan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan menambahkan TEL (tetra ethyl lead) dengan rumus kimia Pb(C2H5)4.

Cara ini terbukti efektif, tetapi timbel sisa pembakaran dapat mengendap di mesin. Oleh karena itu perlu ditambahkan senyawa 1,2-dibromoetana yang akan mengikat timbel menjadi PbBr2 yang mudah menguap.

Adanya PbBr2 yang berasal dari mesin dapat menimbulkan pencemaran yang berbahaya. Oleh karena itu penggunaan timbel untuk meningkatkan angka oktan sekarang sudah ditinggalkan dan diganti dengan bahan lain misalnya MTBE (metil tersier-butil eter).

Cara Menghemat Bensin

Ilustrasi pengisian bensin (Foto: Pixabay)

1. Cek Berkala Kondisi Kendaraan dan Pengendara

Hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengecek kondisi kendaraan secara berkala. Salahnya satunya tekanan angin ban. Pastikan ban mobil kamu memiliki tekanan angin yang cukup agar kinerjanya menjadi ringan.

Selain kendaraan, kamu juga harus mengecek kondisi diri sendiri sebagai pengendara. Kondisi tubuh yang kurang fit akan berpengaruh pada konsentrasi dan fokus saat berkendara. Pengendara pun akan sulit menerapkan prinsip eco-driving.

2. Servis Secara Berkala

Selain melakukan pengecekan secara mandiri, kamu juga harus melakukan servis dan perawat secara berkala. Jangan lupa untuk tetap mengikuti pedoman servis.

3. Naikkan Gas Secara Bertahap

Ketika mulai menggunakan mobil, jangan melakukan awalan akselerasi tinggi atau menginjak gas secara tiba-tiba. Posisi diam sampai jalan membutuhkan energi yang lebih besar dibanding ketika mobil sudah berjalan dengan stabil. Naikkan gas secara bertahap sebagai bentuk dari prinsip eco-driving.

4. Jangan Kelebihan Kapasitas

Usahakan agar mobil kamu tidak kelebihan muatan atau melebihi kapasitas mobil. Beban di dalam kabin mobil akan berpengaruh pada kinerja mesin. Semakin banyak beban, bahan bakar yang digunakan juga semakin banyak.

5. Gunakan AC dengan Suhu Seperlunya

Dalam menggunakan AC mobil, usahakan untuk menggunakannya dalam suhu seperlunya. AC yang full atau terlalu dingin akan membebani mesin mobil. Hal itu tersebut akan berdampak pada penggunaan BBM.

6. Jangan Berkendara dengan Agresif

Ketika mengendarai mobil, jangan bertindak agresif. Pastikan kondisi mental dan emosi kamu sedang stabil agar dapat berkendara dengan santai.

7. Jaga Agar Kecepatan Stabil

Selama mengendarai mobil, usahakan untuk tetap menjaga kecepatan stabil dengan tetap menggunakan putaran mesin rendah.

(HDZ)