10 Alasan Seseorang Melakukan Bullying yang Penting Diketahui

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat berbagai alasan seseorang melakukan bullying yang dapat merugikan diri sendiri maupun korban. Saat ini kasus perundungan marak terjadi di lingkungan sekolah hingga lingkungan sekitar. Untuk memutus mata rantai perundungan, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak.
Jadi, apa sebenarnya alasan seseorang melakukan bullying atau perundungan? Berikut ulasannya.
Berbagai Alasan Seseorang Melakukan Bullying pada Orang Lain
Dalam situs bakri.uma.ac.id, disebutkan jika faktor penyebab seseorang melakukan bullying dapat berasal dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosial. Berikut beberapa alasan orang melakukan perundungan yang patut diwaspadai.
1. Mempunyai Trauma Emosional
Orang yang mempunyai trauma emosional dan tidak mampu mengatasi rasa sakit dengan cara yang sehat, ia cenderung melampiaskannya kepada orang lain. Mereka akan mengintimidasi serta melakukan penindasan tanpa berpikir dampaknya bagi diri sendiri serta korban.
2. Merasa Insecure
Seseorang yang insecure cenderung takut kehilangan status sosial bila tak bisa menunjukkan kekuatan atau kelebihan di depan anggota kelompoknya. Akhirnya, mereka pun melakukan perundungan sebagai bentuk penyesuaian diri serta upaya menonjolkan keunggulan.
3. Meniru Orang Lain
Perundungan juga dilakukan seseorang karena kerap melihat hal serupa di depan matanya. Oleh sebab itu, penting menciptakan suasana rumah yang hangat, nyaman, dan harmonis.
4. Keterampilan Sosial yang Buruk
Umumnya para pelaku bullying mempunyai keterampilan sosial yang buruk atau terbatas. Mereka susah bergaul atau bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, mereka juga tak dapat merespons situasi sosial yang kurang nyaman dengan cara sehat.
5. Pernah Menjadi Korban Perundungan
Orang yang disakiti atau pernah menjadi korban perundungan, cenderung akan melakukan hal yang sama pada orang lain. Ini merupakan bentuk perlindungan diri yang tidak sehat (beranggapan lebih baik menyerang lebih dulu daripada kembali menjadi korban).
6. Kurangnya Kepedulian
Kurangnya empati atau kepedulian juga memicu seseorang melakukan perundungan. Mereka tak mampu memahami pengalaman orang lain dan tidak pernah memikirkan dampak buruknya.
7. Keinginan Menjadi Dominan
Pelaku yang ingin menjadi dominan atau dipandang lebih tinggi akan menganggap remeh orang lain. Untuk menunjukkan kekuasaan, mereka pun tak segan melakukan bullying.
8. Memiliki Masalah di Rumah
Sebagian besar pelaku perundungan pasti memiliki masalah di rumahnya. Sebut saja, pertengkaran orang tua yang terus menerus atau kurangnya perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
9. Kurang Introspeksi Diri
Para pelaku bullying umumnya tidak mempunyai kesadaran bahwa perbuatannya merugikan orang lain. Mereka merasa apa yang dilakukan sebagai suatu hal yang wajar. Kurangnya introspeksi diri menjadikan perundungan sulit dihentikan.
10. Kesalahan Pola Asuh
Orang melakukan perundungan juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola asuh. Salah satunya yaitu penerapan hukuman fisik berlebihan dalam mendidik anak. Pola asuh yang sering melibatkan kekerasan fisik akan membentuk karakter anak menjadi kasar terhadap orang lain serta agresif.
Alasan seseorang melakukan bullying ternyata bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Perundungan sangat berbahaya sebab bisa mengakibatkan gangguan mental serta emosional pada korban maupun pelaku. (DN)
