Konten dari Pengguna

11 Tipe Kepribadian Manusia menurut Tokoh dalam Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tipe Kepribadian Manusia. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/CHUTTERSNAP.
zoom-in-whitePerbesar
Tipe Kepribadian Manusia. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/CHUTTERSNAP.

Banyak tipe kepribadian manusia yang diungkapkan menurut tokoh dalam Psikologi. Tipe kepribadian dapat dipelajari untuk memahami diri sendiri dan juga orang lain.

Tipe kepribadian telah dipelajari berabad-abad lalu. Bahkan tokoh Psikologi yang pernah mengutarakan tipe kepribadian yang dimiliki manusia, telah mengemukakan teorinya sejak zaman Yunani kuno.

Tipe Kepribadian Manusia menurut Tokoh-Tokoh Psikologi

Tipe Kepribadian Manusia. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Brett Jordan.

Tipe kepribadian manusia menurut tokoh-tokoh Psikologi dikemukakan mengikuti perkembangan zaman, mulai dari zaman Yunani kuno hingga zaman modern. Meski kepribadian manusia itu dinamis, tetapi tipe kepribadian juga dapat dikategorikan.

Berikut tipe kepribadian menurut tokoh dalam Psikologi. Tipe kepribadian berdasarkan yang dikemukakan oleh tokoh terkenal Psikologi terangkum dalam buku Psikologi Kepribadian, Dona Tihnike, M.Psi, dkk. (2025: 112-116).

1. Menurut Hippocrates

Hippocrates adalah tokoh Psikologi yang hidup di zaman Yunani kuno. Menurutnya, kepribadian terdiri atas 4 tipe, yakni:

  1. Tipe Sanguinis: orang yang bersemangat, optimis, ramah, ceria, humoris, dan antusias. Orang dengan kepribadian ini juga mudah bergaul dan menyukai aktivitas sosial. Tetapi orang-orang ini juga cenderung tidak konsisten, mudah bosan, tidak teliti, dan tidak disiplin.

  2. Tipe Koleris: orang percaya diri, ambisius, tegas, berani, mandiri, dan berjiwa pemimpin. Orang dengan tipe ini menyukai tantangan dan motivasi untuk diri sendiri. Namun, cenderung pemarah, egois, keras kepala, tidak sabar, dan tidak toleran.

  3. Tipe Melankolis: orang-orang yang pendiam, pemalu, sensitif, serius, teliti, dan perfeksionis. Terbiasa menyendiri dan berpikir mendalam. Karakternya juga cenderung pesimis, mudah sedih, sulit bergaul, dan overthinking.

  4. Tipe Plegmatis: orang yang tenang, santai, sabar, setia, dan dapat diandalkan. Menyukai kedamaian dan menghindari konflik. Namun cenderung malas, pasif, kurang motivasi, dan suka menunda pekerjaan.

2. Menurut Sigmund Freud

Tokoh Psikologi, yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis, Sigmund Freud, mengemukakan bahwa peran alam bawah sadar dalam membentuk kepribadian. Dalam pendapatnya tersebut, tipe kepribadian dikelompokkan menjadi 3 tipe, yakni:

  1. Id: menjadi dasar kepribadian dengan prinsip kesenangan. Bertujuan untuk mendapatkan kepuasan segera tanpa memedulikan konsekuensi, seringkali tidak realistis dan tidak sesuai sosial.

  2. Ego: menjadi penengah realitas. Orang yang terorganisir, realistis, dan rasional dari kepribadian. Berusaha untuk memenuhi keinginan id secara realistis dan dapat diterima secara sosial. Bertindak juga sebagai mediator antara id dan tuntutan realitas serta superego.

  3. Superego: berperan sebagai aspek moral, berakar pada nilai-nilai sosial, norma-norma, dan moral dari orang tua dan lingkungan. Bertindak sebagai hati nurani, perilaku yang bermoral, dan memberikan penilaian tentang benar dan salah.

3. Menurut Carl Jung

Carl Gustav Jung atau juga dikenal dengan Carl Jung, membagi kepribadian ke dalam 3 bagian, di antaranya:

  1. Ekstrovert: orang yang ceria, sosial, dan suka berinteraksi. Memiliki percaya diri, mudah beradaptasi, dan senang menjadi pusat perhatian.

  2. Introvert: orang yang lebih suka menyendiri dan tidak suka keramaian. Merasa nyaman dalam suasana tenang dan lebih suka berpikir dalam diri sendiri.

  3. Ambivert: campuran antara ekstrovert dan introvert. Orang ambivert dapat menikmati keramaian, tetapi juga menikmati waktu sendiri. Sikapnya dapat berubah tergantung pada situasi sosial.

4. Menurut Abraham Maslow

Abraham Maslow ialah tokoh yang terkenal dengan Teori Hierarki Kebutuhan. Maslow memandang bahwa kepribadian manusia yang sehat yakni yang dapat mengaktualisasikan dirinya. Dari situlah, manusia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang.

Hierarki Kebutuhan menurut Maslow, yang harus dipenuhi di antaranya terdiri dari 5 kebutuhan.

Kebutuhan tersebut di antaranya, kebutuhan fisiologis (oksigen, makanan dan lainnya); kebutuhan keamanan; kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan; kebutuhan esteem (penghargaan dan rasa hormat); serta kebutuhan aktualisasi diri sesuai tujuan hidup.

Baca Juga: 7 Kepribadian Sensing Introvert yang Tidak Banyak Diketahui

Itu tadi sebelas tipe kepribadian manusia yang diungkapkan oleh empat tokoh dalam Psikologi. Tipe kepribadian ini dapat dipelajari untuk memahami diri sendiri dan orang lain. (Fitri A)