3 Dampak Terlalu Cemas untuk Kesehatan Tubuh Manusia

info psikologi
Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
Konten dari Pengguna
21 Januari 2024 20:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Dampak Terlalu Cemas untuk Kesehatan Tubuh. Sumber Foto: Unsplash.com/Christian Erfurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dampak Terlalu Cemas untuk Kesehatan Tubuh. Sumber Foto: Unsplash.com/Christian Erfurt
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, kecemasan adalah hal yang normal dialami seseorang. Namun, perasaan cemas yang berlebihan tidaklah baik.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa dampak terlalu cemas bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satunya memicu gangguan pada sistem kardiovaskular. Untuk lebih jelasnya, simak dalam pembahasan berikut ini.

3 Dampak Terlalu Cemas untuk Kesehatan Tubuh

Ilustrasi Dampak Terlalu Cemas untuk Kesehatan Tubuh. Sumber Foto: Unsplash.com/JESHOOTS.COM
Dikutip dari laman resmi UNICEF (www.unicef.org), kecemasan adalah emosi yang normal dan alami yang dirasakan oleh semua orang dalam menghadapi situasi yang menimbulkan stres, ketakutan, atau kekhawatiran.
Umumnya, kecemasan dialami ketika sedang menghadapi momen-momen penting, seperti ujian, presentasi, wawancara kerja, atau kencan pertama.
Akan tetapi, bila perasaan cemas sering terjadi tanpa alasan yagn jelas, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, hal tersebut menjadi tanda gangguan kecemasan.
Gangguan kecemasan sendiri adalah kondisi psikologis yang ditandai adanya rasa cemas berlebihan dan tidak terkendali, serta gejala fisik dan mental lainnya.
ADVERTISEMENT
Jenis gangguan ini bisa berupa gangguan kecemasan umum, fobia spesifik, fobia sosial, gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, atau gangguan stres pasca-trauma.
Ada beberapa dampak terlalu cemas untuk kesehatan tubuh yang jarang disadari. Simak selengkapnya di sini.

1. Mengganggu Sistem Saraf Pusat

Saat merasa cemas, otak akan melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan tubuh dalam menghadapi ancaman.
Namun, bila hormon stres ini dilepaskan secara terus-menerus dan berlebihan, hal itu akan menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat.

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Kecemasan juga dapat memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang dapat menyebabkan jantung berdebar-debar serta nyeri dada.
Bila terjadi secara kronis, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, aritmia jantung, penyakit jantung koroner, atau serangan jantung.
ADVERTISEMENT

3. Menyebabkan Masalah Pencernaan

Kecemasan dapat mengganggu produksi hormon serotonin dan adrenalin, yang berperan dalam proses pencernaan.
Akibatnya, saat merasa cemas, seseorang bisa saja mengalami mual, muntah, sakit perut, diare, sembelit, atau sindrom iritasi usus besar (IBS).
IBS sendiri merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit), perut kembung, nyeri perut, dan rasa tidak nyaman di perut.
Itulah beberapa dampak terlalu cemas untuk kesehatan tubuh manusia yang harus diperhatikan. (WWN)