Konten dari Pengguna

3 Penyebab Haus Validasi yang Perlu Dipahami

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab Haus Validasi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Kate Bezzubets
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Haus Validasi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Kate Bezzubets

Perasaan yang wajar dialami seseorang adalah keinginan untuk mendapat pengakuan atas apa yang sudah dilakukan. Hal ini dapat menjadi berbahaya jika melebihi batas. Terdapat beberapa penyebab haus validasi harus diketahui untuk memahami kondisi ini lebih jauh.

Hal ini tidak hanya terjadi di kehidupan sehari-hari, tetapi juga di internet. Banyak pengguna media sosial menggunakan akunnya untuk mendapatkan pengakuan dari orang asing untuk menunjukkan bahwa mereka telah mencapai sesuatu.

3 Penyebab Haus Validasi yang Dapat Dialami Seseorang

Penyebab Haus Validasi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/dole777

Keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain adalah bentuk perasaan yang wajar dimiliki. Perasaan ini menjadi berbahaya jika sudah melebihi batasan wajarnya. Untuk memahami lebih dalam, penting mengetahui penyebab haus validasi yang dialami seseorang.

Setiap orang dengan kondisi ini memiliki alasan yang berbeda-beda hingga menjadikannya selalu menginginkan pengakuan dari orang lain. Berikut beberapa alasan yang dapat menyebabkan seseorang menjadi haus validasi.

1. Pengalaman Masa Kecil

Mengutip dari Fenomena Komunikasi Di Era Virtualitas (Sebuah Transisi Sosial Sebagai Dampak Eksistensi Media Sosial), Syahruddin, Mahdar, Abdul Sarlan & Asmurti, Muslan (2023:179) dorongan ini dapat terjadi dari pengalaman masa kecil seseorang.

Jika seseorang sering kali mengalami penolakan terhadap perasaan yang dirinya rasakan, maka ketika ia tumbuh dewasa dirinya akan selalu merasa persepsi dirinya dalam mengidentifikasi sebuah perasaan tidak benar dan harus mencari persetujuan dari orang lain.

2. Rendahnya Rasa Kepercayaan Diri

Seorang individu yang memiliki rasa percaya diri yang rendah akan lebih rentan untuk menjadi individu haus validasi. Untuk membuat dirinya merasa diakui dan mengisi kekosongan akibat kurangnya rasa percaya dirinya ia akan mencari validasi dari orang lain.

3. Pengaruh Media Sosial

Keberadaan media sosial adakalanya menjadi tolak ukur seseorang menilai dirinya sendiri berdasarkan angka-angka atau jumlah reaksi yang dirinya terima.

Reaksi serta jumlah likes yang diterima memberikan rasa kepuasan tersendiri. Ini mendorong anggapan pribadi bahwa pencapaian hidupnya sudah mendapat pengakuan dari warga dunia maya.

Baca juga: 4 Kelemahan Diri yang Positif, Bisa Bermanfaat jika Paham Caranya

Mengetahui penyebab haus validasi dapat membantu untuk memahami lebih jauh mengenai karakter seseorang. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu apabila bertemu dengan orang yang mengalami ini dalam kehidupan sehari-hari. (RF)