Konten dari Pengguna

3 Perbedaan Obsesi dan Posesif secara Bahasa dan Istilah

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Obsesi dan Posesif. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Joshua Hoehne
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Obsesi dan Posesif. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Joshua Hoehne

Obsesi dan posesif merupakan dua kata yang sering terdengar dalam berbagai kesempatan. Banyak orang belum mengetahui secara pasti perbedaan obsesi dan posesif, baik secara bahasa maupun istilah.

Untuk memahaminya, bisa dimulai dengan melihat pengertian masing-masing kata di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). KBBI merupakan sumber utama bagi masyarakat yang ingin mengetahui arti suatu kata dalam bahasa Indonesia.

Perbedaan Obsesi dan Posesif secara Bahasa dan Istilah yang Wajib Diketahui Masyarakat Luas

Perbedaan Obsesi dan Posesif. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Joshua Hoehne

Berikut ini adalah berbagai perbedaan antara obsesi dan posesif yang menarik untuk diketahui.

1. Definisi

Dikutip dari Kamus Saku Bahasa Indonesia, Tim Bentang Pustaka, obsesi secara bahasa bisa diartikan sebagai ide atau perasaan yang sangat merasuki pikiran. Selain itu, juga bisa diartikan sebagai gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan.

Sementara itu, posesif dalam KBBI memiliki arti bersifat merasa menjadi pemilik. Bisa juga diartikan sebagai mempunyai sifat cemburu.

2. Makna dalam Konteks Psikologi

Setelah mengetahui arti secara bahasa, untuk memahami perbedaan obsesi dan posesif secara mendalam, bisa melihat pengertian secara istilah. Dalam konteks psikologi, obsesi bisa digolongkan sebagai gejala dalam gangguan mental.

Gangguan ini membuat seseorang terus-menerus dihantui pikiran tertentu tanpa bisa mengendalikannya. Hal ini tentu bisa memberikan dampak buruk bagi orang yang merasakannya.

Sementara itu, posesif lebih sering dikaitkan dengan dunia percintaan dan hubungan. Posesif merupakan sifat seseorang yang memiliki rasa cemburu berlebihan atau keinginan untuk mengontrol pasangan.

Sifat ini muncul sebagai akibat dari ketidakamanan emosional dan kebutuhan untuk mendominasi pasangan.

Kedua sifat, baik obsesi maupun posesif, bisa memengaruhi pola pikir seseorang. Pada akhirnya, akan berdampak pada interaksi sosial. Hal tersebut yang membuat dua sifat ini harus diperhatikan dengan baik.

3. Penanganan

Mengatasi gangguan obsesi membutuhkan penanganan khusus dengan profesional, misalnya melakukan terapi kognitif atau meditasi. Tujuan utamanya adalah mengelola pikiran dan mengurangi kecemasan berlebihan.

Sementara itu, posesif memerlukan penanganan berbeda. Misalnya, dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan diri dan komunikasi dengan pasangan.

Baca juga: 7 Ciri Orang Punya Trauma yang Penting Dipahami

Jadi, kesimpulannya, perbedaan obsesi dan posesif, baik secara bahasa maupun istilah, terletak pada fokus dan konteksnya. Obsesi biasa digunakan dalam konteks psikologi, sedangkan posesif biasa digunakan dalam konteks hubungan. (ARD)