4 Cara Menghadapi Anak Remaja yang Tertutup

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa karakter anak remaja yang terbentuk pada masa peralihannya, termasuk sifat tertutup. Lalu bagaimana cara menghadapi anak remaja yang tertutup?
Dalam ilmu psikologi ada beberapa cara menghadapi anak remaja yang memiliki sifat cenderung tertutup atau susah untuk menjalin sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan mengajak berbicara pelan-pelan.
Ketahui berbagai cara menghadapi anak remaja yang tertutup lainnya dalam ulasan di bawah ini.
4 Cara Menghadapi Anak Remaja yang Tertutup
Dikutip dari buku Selamat Datang Masa Remaja karya Sri Bulan Musmiah dkk. (2019), dijelaskan bahwa masa remaja sering kali diwarnai dengan perubahan fisik, emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan.
Salah satu tantangan yang mungkin dihadapi oleh orang tua adalah menghadapi anak remaja yang tertutup.
Anak remaja yang tertutup adalah anak yang cenderung tidak banyak berbicara, menyendiri, sulit bersosialisasi, dan enggan berbagi perasaan atau masalahnya dengan orang lain.
Umumnya, sifat tertutup tersebut bisa terbentuk karena berbagai alasan, antara lain:
Merasa tidak percaya diri, malu, atau takut ditolak oleh teman sebaya
Merasa tidak nyaman dengan perubahan fisik atau hormon yang dialaminya
Merasa tidak dimengerti atau didengarkan oleh orang tua atau orang dewasa lainnya
Merasa tertekan oleh tuntutan akademik, sosial, atau keluarga
Merasa bosan, jenuh, atau tidak memiliki minat atau tujuan hidup
Mengalami masalah psikologis, seperti depresi, ansietas, atau stres
Anak remaja yang tertutup membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang tua agar bisa membuka diri dan mengembangkan potensi serta kesejahteraannya.
Berikut adalah beberapa cara menghadapi anak remaja yang tertutup yang bisa dilakukan oleh orang tua.
1. Memahami Kepribadian dan Karakter Anak
Orang tua perlu memahami bahwa setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda.
Salah satunya ada anak yang memang introvert, yaitu lebih suka menghabiskan waktu sendiri dan mendapatkan energi dari aktivitas internal daripada eksternal.
Dalam hal ini, orang tua tidak boleh memaksakan si anak agar ia tidak menjadi lebih tertutup.
2. Memberikan Kepercayaan, Apresiasi, dan Perhatian Kepada Anak
Orang tua harus memberikan kepercayaan kepada anak bahwa ia mampu melakukan hal-hal positif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Selain itu, orang tua juga harus memberikan apresiasi kepada anak atas prestasi, usaha, atau kemajuan yang telah dicapai oleh anak.
3. Berpikir dari Sudut Pandang Anak
Orang tua harus berusaha untuk melihat dunia dari sudut pandang anak. Dalam hal ini, orang tua harus menyadari bahwa masa remaja adalah masa yang penuh dengan tantangan dan perubahan. Di mana hal itu mungkin membuat anak merasa bingung, takut, marah, sedih, atau bahagia secara bergantian.
4. Banyak Berkomunikasi dengan Anak
Orang tua harus menciptakan suasana komunikasi yang nyaman dan terbuka dengan anak.
Dalam konteks ini, orang tua perlu mengajak anak untuk berbicara tentang hal-hal ringan maupun serius, seperti hobi, cita-cita, sekolah, teman, keluarga, masalah, atau solusi.
7. Tetap Tegas dan Konsisten
Orang tua harus tetap tegas dan konsisten dalam memberikan batasan, aturan, atau konsekuensi kepada anak. Mereka perlu menjelaskan secara jelas apa yang diharapkan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh anak.
Baca juga: Cara Mengatasi Anak Pemarah Menurut Psikologi
Itulah beberapa cara menghadapi anak remaja yang tertutup yang bisa dilakukan oleh orang tua. (WWN)
