Konten dari Pengguna

5 Alasan Orang Menjawab Pertanyaan MBTI sesuai Kepribadiannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alasan orang menjawab pertanyaan MBTI berdasarkan kepribadiannya. Foto: geralt/pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Alasan orang menjawab pertanyaan MBTI berdasarkan kepribadiannya. Foto: geralt/pixabay.com

Mengetahuin tipe kepribadian dan preferensi diri melalui tes MBTI menjadi populer belakangan ini. Sayangnya, banyak orang yang sengaja menjawab pertanyaan MBTI dengan menyesuaikan tipe kepribadiannya, bukan dengan jawaban apa adanya.

Menjawab pertanyaan MBTI dengan jawaban tidak sebenarnya tentu membuat hasil yang bias. MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator menurut The Myers & Briggs Foundation adalah bentuk tipe kepribadian yang memiliki 16 jenis tipe.

Tes MBTI sendiri sudah beredar banyak di internet beberapa tahun terakhir. Mayoritas orang ingin mengetahui tipe kepribadian apa sih yang mereka miliki.

Apabila tipe MBTI yang mereka dapatkan mirip dengan kepribadiannya, orang-orang cenderung menjadikannya sebagai patokan dalam berperilaku. Hal ini tentu salah ya!

Lalu, mengapa sih mereka melakukan itu? Nah, Kumparan merangkum 5 alasan orang menjawab pertanyaan MBTI berdasarkan hasil tes kepribadian.

1. Ingin Terlihat Selayaknya Tipe Kepribadiannya

Tipe kepribadian MBTI. Foto: Anemone123/Pixabay.com

Alasan pertama sangat jelas. Seseorang menjawab pertanyaan berdasarkan tipe kepribadiannya karena ia ingin terlihat berkepribadian seperti itu.

Ibaratkan kamu seorang INFJ, ketika kamu mendapatkan suatu pertanyaan baik mengenai MBTI-mu atau pertanyaan lain, kamu menjawab selayaknya orang INFJ padahal jawabanmu sebenarnya bukan demikian.

Tipe INFJ ini digadang-gadang sebagai tipe langka. Oleh sebab itu, banyak orang yang merasa bangga ketika memiliki tipe kepribadian tersebut.

2. Tertarik dengan Tipe Kepribadiannya

Kamu tahu orang bucin? Orang yang bucin cenderung suka membahas hal-hal yang berkaitan dengan pasangannya.

Sama dengan tipe kepribadian. Orang yang suka dengan tipe kepribadiannya, akan terus-menerus membahas dan mengaitkan apapun sesuai tipe kepribadiannya.

Hal ini juga bisa disebabkan karena self-love berlebihan. Naluri manusia akan menangkap, "oh, ini aku banget", sehingga ia akan berupaya untuk mengaitkan dan menunjukkannya.

3. Menganggap Tipe Kepribadian adalah Segalanya

Tidak semua orang paham tentang MBTI. Tidak semua orang pula peduli dan percaya dengan itu. Tes kepribadian sendiri cenderung kurang akurat karena sifat manusia yang berubah-ubah.

Nah, jangan anggap bahwa tipe kepribadianmu adalah segalanya. Jika kamu menganggap demikian, maka kamu bukan orang yang rasional. Jawablah pertanyaan apa adanya berdasarkan logika dan hati nurani.

4. Bangga akan Tipe Kepribadiannya

Orang yang bangga terkadang suka memperlihatkan apa yang dibanggakan. Selayaknya tipe kepribadian, orang yang bangga seharusnya tidak perlu memamerkan itu.

Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda. Jadi, setiap kepribadian sudah pasti unik, tidak perlu dipamer-pamerkan.

5. Menjadikannya sebagai Landasan Hidup

Alasan satu ini biasa digunakan untuk orang yang sangat percaya dengan MBTI, sehingga logikanya atas sesuatu yang dihadapi menjadi berkurang.

Ingat, MBTI adalah tipe kepribadian untuk mengetahui kelemahan dan kelebihanmu. Kamu bisa meningkatkan kelebihanmu dan memperbaiki kelemahanmu, bukan untuk dijadikan landasan hidup. (Elf)