5 Batasan dalam Pacaran yang Perlu Dipahami Setiap Pasangan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pasangan perlu memahami batasan dalam pacaran agar tidak bertindak terlalu jauh. Pasalnya, beberapa orang yang menjalin komitmen sebagai sepasang kekasih sering kali bertindak melampaui batas sehingga menimbulkan berbagai konflik.
Salah satu contoh tindakan yang melampaui batas itu adalah mengontrol hubungan pasangan bersama teman-temannya. Tindakan tersebut dapat memicu konflik dalam hubungan sebab seseorang yang merasa terkekang tentu akan melakukan pemberontakan.
5 Batasan dalam Pacaran yang Perlu Dipahami
Mengutip dari Ya Allah, Aku Jatuh Cinta karya Az Zahra (2014: 23), menurut DeGenova dan Rice, pacaran adalah menjalankan suatu hubungan ketika dua orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain.
Penjelasan DeGenova dan Rice memiliki makna bahwa dua orang manusia yang memilih untuk pacaran umumnya ingin saling mengenal satu sama lain. Namun, seiring perjalanan waktu sepasang manusia itu bisa saja saling melampaui batas.
Salah satunya adalah membuat sepasang manusia melakukan perzinaan. Mengutip dari Ku Pilih Taat karya Muhammad Z A (2019: 43), pacaran adalah salah satu jalan menuju perzinaan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, setiap orang perlu memahami batasan dalam pacaran agar tidak melampaui batas, baik itu batas privasi sebagai individu maupun batas kedekatan antara dua manusia. Berikut lima batasan pacaran yang dapat setiap orang ketahui.
1. Tidak Melakukan Kontak Fisik
Tidak melakukan kontak fisik adalah salah satu batasan yang perlu setiap orang ketahui saat berpacaran. Pasalnya, kontak fisik dapat membuka peluang zina menjadi lebih besar.
2. Tidak Terlalu Sering Jalan Berdua
Tidak terlalu sering jalan berdua juga merupakan cara menghambat perzinaan. Jika memang ingin jalan bersama pasangan, ada baiknya untuk mengajak keluarga masing-masing agar dua keluarga juga saling mengenal.
3. Tidak Membatasi Pertemanan Pasangan
Membatasi pertemanan pasangan hanya akan membuat pasangan merasa terkekang dan menjadi jenuh dengan hubungan asmara. Oleh sebab itu, seseorang tidak perlu membatasi pertemanan pasangan secara berlebihan.
4. Tidak Mengekang Pasangan
Serupa dengan membatasi pasangan, mengekang pasangan memiliki arti sebagai tindakan mengatur dan memaksa pasangan untuk melakukan hal sesuai keinginan diri. Tindakan ini dapat membuat pasangan merasa kebebasannya sebagai individu terbelenggu.
5. Tidak Ikut Campur dengan Masalahnya Jika Tidak diminta
Pacar tidak sama dengan suami istri atau hubungan keluarga sehingga seseorang tidak boleh ikut campur dengan masalah pacar jika tidak diminta. Jika pasangan meminta bantuan, seseorang baru boleh mencoba membantunya.
Selain lima batasan dalam pacaran di atas, setiap orang bisa saja membuat batasan-batasan lain dalam hubungannya. Hal terpenting adalah batasan itu mempunyai maksud positif untuk melindungi diri dan pasangan dari tindakan yang buruk. (AA)
