5 Ciri-Ciri Manipulatif dalam Hubungan yang Harus diwaspadai

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang perlu memahami ciri-ciri manipulatif dalam sebuah hubungan. Pemahaman tentang ciri-ciri sikap manipulatif ini dapat membantu seseorang untuk mencegah diri dari jebakan hubungan toksik atau toxic relationship.
Pasalnya, hubungan yang toksik dapat mengganggu kenyamanan diri bahkan, dapat meninggalkan trauma mendalam.
Pengertian dan Ciri-Ciri Perilaku Manipulatif
Arti kata manipulatif dalam bahasa Indonesia adalah bersifat manipulasi. Adapun makna kata manipulasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), upaya kelompok atau perseorangan yang bertujuan mempengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa disadari korbannya.
Pada konteks hubungan, baik pertemanan maupun romantisme, perilaku manipulatif merupakan upaya seseorang untuk mempengaruhi perilaku, sikap, serta pendapat dari lawan bicaranya. Perilaku manipulatif kerap memicu konflik berkepanjangan serta dapat menimbulkan trauma bagi orang yang mengalami manipulasi dari teman atau pasangannya.
Berikut Ciri-Ciri Orang Manipulatif
Secara kasat mata, seseorang akan sulit untuk menyadari suatu perilaku termasuk manipulatif atau bukan. Terlebih ketika terlanjur sayang pada sang pelaku manipulatif.
Namun, alangkah baiknya jika bisa mengantisipasi dengan memahami ciri-ciri seseorang yang memiliki perilaku manipulatif berikut ini:
1. Memanipulasi Fakta
Salah satu ciri utama dari pelaku manipulatif tentunya adalah kerap memanipulasi fakta. Orang yang manipulatif seringkali mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta alias berbohong.
Abimanyu (2020: 177) dalam buku yang berjudul Bahagia Itu (Tidak) Sederhana menjelaskan bahwa seseorang yang manipulatif sering mengungkapkan kebohongan untuk melindungi dirinya.
2. Playing Victim
Ciri-ciri yang khas dari perilaku manipulatif adalah playing victim. Playing victim ini merupakan tindakan manipulator (orang yang memanipulasi) yang selalu berlagak seperti korban.
Seorang yang memiliki perilaku manipulatif umumnya tidak ingin mendapatkan anggapan jelek dari orang lain. Oleh sebab itu, manipulator sering kali memanipulasi dan menampakkan seolah dirinya korban.
3. Membuat Orang Lain Merasa Bersalah
Ciri selanjutnya dari perilaku manipulatif adalah sering membuat orang lain merasa bersalah. Ketika teman atau pasangannya meraih pencapaian, seorang manipulator akan mengecilkan dirinya. Manipulator akan membuat teman atau pasangannya itu merasa bersalah dan akhirnya merasa tidak pantas untuk mendapatkan pencapaian itu.
4. Sering Memancing Pertanyaan
Ciri lain dari perilaku manipulatif adalah sering memancing pertanyaan. Pertanyaan dari seorang manipulator biasanya merupakan pertanyaan yang memicu pertengkaran. Setelah itu, orang tersebut akan memberikan respons dengan cara yang tidak baik seperti memberikan sindiran yang akan menyebabkan perselisihan.
5. Suka Mengancam
Ciri kelima adalah ciri yang jelas. Namun, ciri ini biasanya muncul setelah sikap manipulasi berlangsung dalam waktu yang lama.
Manipulator akan mengancam orang lain dengan berbagai cara. Tidak hanya berupa ancaman secara langsung terhadap korban, manipulator juga dapat mengancam korban dengan cara menyakiti dirinya sendiri. Tujuannya adalah untuk kembali membuat korban merasa bersalah.
Itulah lima ciri-ciri manipulatif yang dapat membantu seseorang mewaspadai perilaku manipulatif dari teman atau pasangan.
Apabila menemukan salah satu dari lima ciri tersebut terjadi dalam frekuensi yang sering, artinya diri harus mulai waspada terhadap orang tersebut. Sekian uraian ciri-ciri dari sikap manipulatif kali ini. Semoga pembaca terhindar dari (AA)
