Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Obsesi terhadap Seseorang, Bisa Mengarah ke Toxic Relationship

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

[Ciri-Ciri Obsesi terhadap Seseorang] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels/Weber
zoom-in-whitePerbesar
[Ciri-Ciri Obsesi terhadap Seseorang] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels/Weber

Ada sejumlah ciri-ciri obsesi terhadap seseorang yang sebaiknya dihindari. Pasalnya, sifat obsesi rentan mengarah ke hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Obsesi tidak sama dengan rasa cinta karena muncul dari rasa ketergantungan emosional yang berlebihan. Mengetahui ciri-ciri obsesi sangat penting agar tidak menimbulkan perasaan tidak nyaman pada orang yang disukai.

5 Ciri-Ciri Obsesi terhadap Seseorang

[Ciri-Ciri Obsesi terhadap Seseorang] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: pexels/Keira Burton

Mengutip buku Tuhan, di Mana Jodohku Sekarang, Gafur Abdullah (2019), ada beberapa ciri-ciri obsesi kepada seseorang yang berbeda dengan rasa cinta. Obsesi memberi ketakutan, sedangkan cinta memberi kebahagiaan untuk orang yang disukainya.

Obsesi memaksa untuk bisa memiliki orang yang disukai, sedangkan cinta lebih sabar dan mampu menerima kenyataan. Adapun ciri-ciri obsesi yang perlu dihindari, yaitu:

1. Rasa Cemburu yang Berlebihan

Ciri-ciri obsesi yang pertama, yaitu cenderung mudah curiga karena merasa tidak aman. Jika orang yang disukai berinteraksi dengan teman atau rekan kerjanya, hal ini dapat dianggap sebagai ancaman. Cemburu yang berlebihan ini rentan memicu konflik yang berkepanjangan dalam hubungan.

2. Terlalu Memikirkan Seseorang Sepanjang Waktu

Orang yang terobsesi, pikirannya dipenuhi oleh orang yang disukainya. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat sulit fokus dalam melakukan sesuatu.

3. Cenderung Mengontrol Pasangan

Orang yang terobsesi memiliki kecenderungan untuk mengontrol pasangan atau orang yang disukainya melalui media sosial. Mereka tidak segan untuk menuntut selalu diberi kabar, bahkan melarang pasangan untuk bergaul dengan lawan jenis.

4. Mengorbankan Diri Secara Berlebihan

Orang yang terobsesi tidak berpikir panjang untuk melakukan apa saja agar tidak ditinggalkan. Mereka bahkan rela mengabaikan kebutuhan pribadi hingga batasan diri. Sikap tersebut membuat hubungan tidak sehat karena hanya satu pihak saja yang terus berkorban.

5. Terlalu Takut Kehilangan

Takut kehilangan secara berlebihan dapat membuat seseorang menahan pasangan dengan cara apapun. Mereka bahkan mampu manipulasi emosional atau mengancam orang yang disayanginya. Rasa takut kehilangan tersebut dapat menjadikan hubungan penuh tekanan.

Baca juga: Platonic Relationships: Pengertian dan Ciri-cirinya

Ciri-ciri obsesi terhadap seseorang yang dijelaskan di atas sebaiknya tidak diabaikan. Bila obsesi terus berlanjut, maka bisa segera menghubungi psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (DLA)