Konten dari Pengguna

Platonic Relationships: Pengertian dan Ciri-cirinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Carly Rae Hobbins
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Carly Rae Hobbins

Platonic relationships adalah salah satu istilah dalam dunia psikologi yang menarik untuk dibahas. Istilah ini bagi sebagian orang pastinya masih belum familiar. Platonic relationships sering digunakan untuk menggambarkan hubungan seseorang.

Hubungan yang masuk dan dikategorikan sebagai hubungan platonic memiliki beberapa ciri tersendiri. Ciri ini terkadang tidak disadari sehingga banyak orang yang terjebak ke dalam hubungan platonic.

Pengertian dan Ciri Platonic Relationships Adalah Sebagai Berikut

Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Everton Vila

Dikutip dari buku Platonic: How The Science of Attachment Can Help You, Marisa G. Franco (2022), pengertian platonic relationships adalah sebuah hubungan dekat antara dua orang. Hubungan ini bersifat murni dan tanpa syarat.

Hubungan ini tidak melibatkan nafsu atau hasrat sama sekali. Selain itu, hubungan ini juga berbeda dengan hubungan romantis yang cenderung saling memiliki ekspektasi satu sama lain.

Gampangnya, istilah ini merupakan istilah yang berbeda dengan hubungan yang dilandasi rasa suka satu sama lain. Istilah ini muncul pada era abad ke-14. Pada tahun 1469, Ficino menyatakan bahwa cinta platonik merupakan bentuk kasih sayang antarindividu yang memiliki nilai dan tujuan mulia.

Nilai kemuliaannya terletak pada sifatnya yang tanpa batas, tanpa tuntutan, dan tanpa syarat. Kekuatan hubungan ini bahkan dapat melebihi kekuatan hubungan romantis. Meskipun istilah tersebut dipopulerkan oleh Ficino, konsep dasarnya telah dibahas jauh sebelumnya oleh Plato, filsuf Yunani kuno.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri platonic relationships yang wajib diketahui bersama agar bisa memahami istilah ini secara mendalam.

1. Tidak Ada Keinginan untuk Memiliki Lebih

Dalam hubungan romantis, terdapat keinginan untuk mengembangkan hubungan ke tingkat yang lebih dalam, seperti berpacaran atau menikah. Sebaliknya, hubungan platonik tidak memiliki tuntutan atau harapan untuk menjalin ikatan romantis.

2. Kebebasan Menjalin Hubungan Baru

Hubungan platonik tidak membatasi seseorang untuk menjalin hubungan baru, baik dalam bentuk pertemanan maupun romantis. Meskipun terdapat ikatan emosional yang kuat, hubungan ini tidak menciptakan rasa kekangan. Individu yang terlibat bebas untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa merasa terbatas.

3. Bersikap Apa Adanya

Dalam hubungan platonik, tidak ada kebutuhan untuk menjaga citra atau terlihat sempurna. Hubungan ini biasanya terjalin erat dan telah berlangsung lama, sehingga pihak-pihak yang terlibat saling mengenal kelebihan, kekurangan, masa lalu, serta sifat satu sama lain.

4. Rasa Aman dari Kehilangan

Hubungan platonik umumnya bersifat jangka panjang dan stabil, seperti hubungan dengan orang tua atau sahabat. Meskipun kepergian dapat terjadi karena faktor alamiah, seperti meninggal dunia, hubungan ini tidak mudah putus karena kehendak salah satu pihak.

Baca juga: Psikologi Kognitif: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya yang Perlu Diketahui

Jadi, kesimpulannya platonic relationship adalah hubungan yang didasarkan pada kedekatan emosional tanpa unsur romantis dengan ciri-ciri, seperti kebebasan, kejujuran, dan stabilitas. (ARD)