Konten dari Pengguna

5 Kepribadian Orang yang Suka Gigit Sedotan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kepribadian orang yang suka gigit sedotan. Sumber: pexels.com/AlessioCesario.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepribadian orang yang suka gigit sedotan. Sumber: pexels.com/AlessioCesario.

Kepribadian orang yang suka gigit sedotan mungkin tidak terlalu diperhatikan orang. Menggigit sedotan adalah bahasa tubuh yang tidak terlalu terlihat dan dianggap sebagai tindakan kecil.

Keasyikan menggigit-gigit sedotan dapat menjadi cerminan kepribadian seseorang. Bahkan dalam beberapa hal dapat menunjukkan jejaknya di masa kecil.

Mengenal Kepribadian Orang yang Suka Gigit Sedotan

Ilustrasi kepribadian orang yang suka gigit sedotan. Sumber: pexels.com/Cottonbro.

Penggunaan sedotan beberapa kali mengundang kontroversi karena ternyata ada orang yang tidak bisa minum tanpa sedotan di restoran-restoran. Padahal penggunaan sedotan memang sengaja dikurangi, terutama yang berbahan plastik, karena tidak ramah lingkungan.

Bagi sebagian orang, sedotan plastik lebih asyik untuk digigit dibandingkan dengan sedotan logam atau sedotan bambu yang teksturnya keras. Namun ketika penggunaan sedotan plastik dikurangi, kebiasaan menggigit tersebut sulit untuk dihentikan.

Kebiasaan unik tersebut berhubungan dengan kepribadian seseorang. Untuk mengetahuinya, berikut adalah kepribadian orang yang suka gigit sedotan.

1. Oral Fixation

Dikutip dari Sigmund Freud's Theory of Psychoanalysis: A Simple Guide, Center for Psychology (2024), pada tahap oral dalam teori perkembangan Freud, yaitu usia 0-1 tahun, pengalaman dan kepuasan eksplorasi sangat penting untuk dituntaskan.

Kepribadian anak-anak yang disapih terlalu dini dapat memengaruhi perilakunya ketika dewasa. Salah satunya adalah ketergantungan terhadap stimulasi oral, antara lain dengan menggigit kuku dan sedotan.

2. Cemas

Menggigit sedotan juga dapat merupakan ekspresi seseorang ketika cemas. Misalnya sudah mengobrol terlalu lama tapi tidak bisa pamitan, padahal sudah ditunggu orang di tempat lain.

3. Bingung

Menggigit sedotan juga dapat merupakan ekspresi orang yang sedang bingung. Misalnya tidak tahu harus menjawab apa ketika diminta lawan jenis untuk menjadi pasangannya.

4. Bentuk Mekanisme Menenangkan Diri

Secara tak sadar, menggigit sedotan dapat merupakan pertanda orang sedang stres. Itu dilakukan sebagai mekanisme untuk menenangkan diri. Kadang bekas sedotan pada orang stres terlihat sangat gepeng. Umumnya sedotan terbuat dari bahan yang tidak mudah hancur.

5. Mudah Bosan

Orang yang mudah bosan akan mengalihkan perhatian dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggigit sedotan. Dia berharap lawan bicara menangkap sinyal kebosanannya karena takut menyinggung jika mengatakannya secara langsung.

Kepribadian orang yang suka gigit sedotan agak sulit diamati dari gerakan mulut. Cara yang lebih mudah untuk mengamatinya adalah dari bekas gigitan di sedotan tersebut. (lus)

Baca juga: Mengenal Teori Psikoanalisis Sigmund Freud di Dunia Psikologi