6 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater atau Psikolog, Kenali Tandanya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri orang harus ke psikiater atau psikolog mempunyai tanda yang serupa. Namun, tanda tersebut tidak sama persis karena psikiater dan psikolog mempunyai pendekatan serta penanganan yang berbeda.
Psikolog umumnya membantu masalah kesehatan mental dengan fokus pada terapi perilaku atau konseling. Berbeda dengan psikolog, psikiater merupakan profesional di bidang kesehatan mental yang dapat mendiagnosis dan meresepkan obat.
Ini 6 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater atau Psikolog
Psikiater dan psikolog merupakan profesional yang mampu membantu manusia mengatasi atau mencegah masalah kesehatan mental. Berdasarkan bidang tersebut, orang yang mengalami masalah kesehatan mental dapat pergi ke psikiater atau psikolog.
Namun, beberapa orang kerap mengalami kebimbangan antara pergi ke psikiater atau psikolog. Salah satu cara melengkapi pertimbangan dalam menjawab kebimbangan tersebut adalah mengenal ciri-ciri orang harus ke psikiater atau psikolog.
Berikut ini adalah deskripsi mengenai tanda yang menunjukkan seseorang perlu ke psikiater serta tanda yang menunjukkan seseorang perlu ke psikolog.
A. 6 Tanda Perlu ke Psikiater
Dikutip dari buku Aku (Tidak) Menyerah – Taklukkan Burnoutmu, Nyalakan Kembali Semangatmu, Sapiie, dkk. (2021: 212), psikiater adalah seseorang yang memiliki gelar dokter umum kemudian mengambil pendidikan spesialis kesehatan jiwa (psikiatri).
Psikiater sebagai seorang dokter spesialis kesehatan jiwa mempunyai kemampuan untuk mendiagnosis, meresepkan obat, serta menangani gangguan mental yang kompleks. Setiap orang dapat pergi ke psikiater bila mengalami masalah berat.
Maksud masalah berat dalam konteks ini adalah masalah kesehatan mental yang mengganggu fungsi kehidupan. Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang perlu ke psikiater, antara lain:
Merasa sangat sulit untuk mengendalikan emosi, baik senang, sedih, marah, maupun emosi lain.
Merasa cemas atau khawatir yang berlebihan, baik sering maupun intens.
Mengalami penurunan produktivitas di lingkungan kerja atau sekolah.
Perubahan pola makan secara drastis seperti terlalu nafsu makan atau sangat tidak nafsu makan.
Mengalami kecanduan terhadap aspek tertentu, seperti gawai, obat terlarang, atau tayangan tertentu.
Mempunyai pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, termasuk bunuh diri.
B. 6 Tanda Perlu ke Psikolog
Mengutip dari buku yang sama karya Sapiie, dkk. (2021: 212), psikolog klinis adalah sarjana psikologi yang mengambil pendidikan profesi dengan peminatan psikologi klinis. Psikolog dapat membantu mengatasi masalah mental dengan perawatan nonmedis.
Psikolog membantu penanganan kesehatan mental dengan pendekatan yang fokus pada terapi perilaku, konseling, atau intervensi psikologis. Tanda yang menunjukkan seseorang perlu ke psikolog, antara lain:
Ketika mengalami atau mempunyai pengalaman traumatis.
Mempunyai obsesi atau kebiasaan yang sulit untuk dikendalikan.
Mengalami masalah untuk mengelola trauma dan stres.
Merasakan emosi tertentu secara intens atau lama sehingga tampak tidak wajar.
Mempunyai masalah dalam hubungan, baik keluarga, teman, asmara, maupun sosial.
Sulit dalam mengendalikan kecemasan.
Baca juga: Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Belum Banyak Diketahui Orang
Ciri-ciri orang harus ke psikiater atau psikolog memang tampak mirip, meskipun tidak identik (sama persis). Hal penting saat memutuskan untuk ke psikiater atau psikolog adalah mempunyai tujuan untuk menjadi lebih baik dan sehat secara mental. (AA)
