Konten dari Pengguna

Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Belum Banyak Diketahui Orang

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Psikolog dan Psikiater. Sumber foto: unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Psikolog dan Psikiater. Sumber foto: unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com

Banyak orang yang masih bingung dengan perbedaan psikolog dan psikiater. Padahal, kedua profesi ini memiliki latar belakang, metode, dan ruang lingkup kerja yang berbeda.

Untuk memahami perbedaan dari kedua profesi tersebut, maka hal pertama yang bisa dilakukan adalah melihat pengertian dari keduanya.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Ilustrasi Perbedaan Psikolog dan Psikiater. Sumber foto: unsplash.com/Amy Hirschi

Dikutip dari buku Psikolog karya Carole Wade dan Carol Travis, psikolog adalah tenaga ahli bidang kesehatan mental yang lulus dari program sarjana psikologi (S.Psi.) dan magister psikologi profesional (M.Psi., Psikolog).

Psikolog mendiagnosis masalah kesehatan mental pasien melalui kepribadian, perilaku, cara berbicara, dan cerita yang pasien curahkan. Selain itu, pasien akan diminta untuk melakukan cognitive behavioural test guna menilai perilaku dan emosinya.

Pasien akan menjalani serangkaian tes yang tujuannya untuk melihat bagaimana perkembangan kognitif dan memorinya. Hal ini dilakukan untuk melihat seberapa parah gangguan mental yang dialami pasian.

Hal yang perlu digarisbawahi, seorang psikolog tidak bisa meresepkan obat dan hanya memberikan layanan konsultasi dan terapi psikologis (psikoterapi) untuk membantu pasien mengubah pola pikir dan perilaku yang mengganggu kesejahteraan hidupnya.

Dengan kata lain psikolog tidak bisa melakukan diagnosis gangguan mental seseorang. Akan tetapi bisa membantu untuk menurunkan atau mengurangi gejala yang dialami oleh pasien dengan berbagai rekomendasinya.

Sementara itu psikiater adalah dokter spesialis kesehatan jiwa (Sp.KJ) yang lulus dari program sarjana kedokteran dan pendidikan dokter spesialis (PPDS) di bidang psikiatri.

Psikiater mendiagnosis masalah kesehatan mental pasien melalui ilmu kedokteran fisik, termasuk pengaruh kerja otak dan sistem saraf terhadap gangguan yang dialami pasien. Psikiater bisa mengidentifikasi gangguan mental kompleks yang dialami pasien.

Selain itu, orang yang telah selesai studi dan menjadi psikiater bisa meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gejala gangguan mental seperti bipolar, skizofrenia, depresi, atau kecanduan.

Berdasarkan uraian tersebut maka perbedaan psikolog dan psikiater terletak pada pendidikan, metode diagnosis, perawatan, dan ruang lingkup praktiknya. Keduanya saling melengkapi dalam menangani masalah kesehatan mental.

Baca juga: Cara Mensugesti Diri Sendiri dengan Self Hypnosis yang Mudah

Demikian pembahasan mengenai perbedaan psikolog dan psikiater untuk menambah wawasan dan pengetahuan. (WWN)