Konten dari Pengguna

6 Ciri Hubungan Toxic dan Cara Menghadapinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri hubungan toxic. Sumber: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri hubungan toxic. Sumber: pexels

Hubungan toxic tidak hanya dapat terjadi pada percintaa, tetapi juga lingkungan pertemanan dan keluarga. Salah satu ciri hubungan toxic, yaitu selalu dicurigai dan dikekang.

Dikutip dari buku Toxic People karya Lisda Arinanda, hubungan toxic adalah hubungan yang bersifat tidak sehat dan dapat membuat seseorang merasa tidak didukung atau merasa direndahkan.

Ketahui berbagai ciri hubungan toxic dan cara menghadapinya dalam ulasan berikut ini.

Ciri Hubungan Toxic

Ilustrasi ciri hubungan toxic. Sumber: pexels

Berikut ini adalah ciri hubungan toxic yang dapat ditemukan pada hubungan dengan orang lain.

1. Selalu dikontrol

Ciri paling jelas dari hubungan toxic, yaitu ketika salah satu pihak selalu mengontrol pihak lainnya. Contohnya, orang tua memaksakan kehendak terhadap hidup anak yang sudah dewasa. Walaupun keinginan tersebut sudah tidak sejalan dengan kehidupan si anak.

2. Sulit menjadi diri sendiri

Karena terlalu sering dikontrol, pihak yang terlibat dalam hubungan toxic cenderung tidak dapat menjadi diri sendiri.

3. Tidak mendapat dukungan

Hubungan sehat selalu memberi dukungan satu sama lain. Namun pada hubungan toxic, setiap pencapaian yang diperoleh akan dianggap menjadi ancaman.

4. Selalu dicurigai dan dikekang

Hubungan toxic terjadi apabila rasa curiga yang diberikan terlalu berlebihan, bahkan sampai hal yang ekstrem. Contohnya mengekang salah satu pihak tidak boleh kemanapun tanpa pengawasan.

5. Sering dibohongi

Kejujuran termasuk salah satu dasar untuk membentuk hubungan sehat. Akan tetapi, bila salah satu pihak sudah berbohong dan menutupi banyak hal, itu tandanya hubungan tersebut termasuk toxic.

6. Menerima kekerasan fisik

Di samping kekerasan verbal, suatu hubungan bisa menjadi toxic apabila sudah ada kekerasan fisik di dalamnya. Padahal apapun konfliknya, kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan.

Cara Menghadapi Hubungan Toxic

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi hubungan toxic.

  1. Sadari dan akui bahwa hubungan yang dijalani termasuk toxic.

  2. Evaluasi apakah hubungan seperti ini yang menyebabkan menjadi tidak percaya diri dan stres.

  3. Mengkomunikasikan perasaan dengan cara jujur dan tegas.

  4. Kurangi ekspektasi terhadap orang yang toxic karena tidak akan berubah kalau bukan karena kemauannya sendiri.

  5. Fokus pada diri sendiri dan lakukan kegiatan yang membuat lebih rileks, misalnya yoga atau perawatan diri.

  6. Beri batasan waktu dan emosi dengan orang yang menyebabkan stres dan tidak membawa kebahagiaan dalam hidup.

  7. Bergaul dengan orang dengan yang bisa menjadi support system agar dapat keluar dari hubungan yang toxic.

Demikian penjelasan mengenai ciri hubungan toxic dan cara menghadapinya. (ARH)