Konten dari Pengguna

7 Cara Menata Hati yang Terluka agar Kembali Bahagia

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menata hati yang terluka. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menata hati yang terluka. Foto: Pixabay

Banyak hal yang bisa melukai hati, mulai dari kegagalan, penghinaan, pengkhianatan, dan lain sebagainya. Namun, yang menjadi lebih penting adalah memahami cara menata hati yang terluka.

Rasa sakit di hati memang sangat mungkin dialami oleh setiap manusia, sehingga perlu mengetahui cara menata hati yang terluka agar tetap bisa melanjutkan hidup dengan langkah di bawah ini.

Cara Menata Hati yang Terluka

Ilustrasi cara menata hati yang terluka. Foto: Pixabay

Dalam buku Menata Hati Sepenuh Cinta karya Nidhom Khoeron, dipaparkan cara menata hati yang terluka, di antaranya:

1. Kenali Penyebabnya

Sebelum mengatasi rasa sakit hati, maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengenali penyebab rasa sakit hati. Hal ini perlu dilakukan agar bisa menangani rasa sakit hati tersebut dengan cara yang tepat.

2. Bersedih

Ada orang-orang yang ingin terlihat kuat, sehingga dia melewatkan waktu yang bisa digunakan untuk bersedih. Padahal tidak ada salahnya untuk larut dalam kesedihan dan meluapkan emosi, selama tahu kapan waktunya untuk berhenti.

3. Mencari Sumber Bahagia Baru

Sumber bahagia yang baru ini bisa dengan mencari kegiatan baru juga bertemu dengan orang-orang baru yang bisa membantu bangkit dari rasa sakit hati.

4. Self Love

Mencari cara untuk mencintai diri sendiri lagi dan meyakinkan diri bahwa apa yang terjadi merupakan proses pembelajaran dalam hidup yang perlu dipetik pelajaran.

5. Jauhi Masa Lalu

Jangan lagi mengulang atau mengingat apa yang telah membuat hati terluka di masa lalu. Hal ini bisa dimulai dengan menghindari sosial media untuk sementara waktu, hingga menghindari pertemuan dengan pelaku.

6. Mindfulness

Fokus pada diri sendiri dan rutin lakukan meditasi kapanpun dan dimanapun berada. Mindfulness bisa membuat seseorang menjadi lebih rileks dan bebas juga tetap realistis.

7. Bertemu Ahli

Ketika sakit hati yang dialami sudah menjurus pada stres hingga depresi, maka tidak ada salahnya untuk menemui ahli yang dapat merekomendasikan pengobatan dan terapi.

Demikian adalah berbagai cara untuk menata hati yang terluka agar kembali menjalani hidup dengan bahagia. (SP)