7 Cara Menegur Anak yang Berkata Kasar

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai orang tua atau pengasuh, menghadapi anak yang berkata kasar memang bisa membuat frustasi. Namun, cara menegur anak yang berkata kasar sebaiknya menggunakan pendekatan yang baik, seperti memberikan penjelasan dengan sikap yang tenang.
Menurut buku Sudah Benarkah Cara Kita Mendidik Anak? : Mendidik Anak Berbasis Karakter dan Pendidikan, Yunanto Muhadi (2016:12), dalam mendidik anak, orang tua hendaknya menghindarkan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik. Misalnya, terlalu banyak mengkritik, senang memerintah tanpa memerhatikan kepentingan anak, serta menganggap anak belum bisa mandiri.
Tidak lupa juga untuk menjauhkan sikap ingin menang sendiri. Hal ini tentunya berhubungan dengan perkembangan emosi anak dan luapan kemarahan anak melalui lontaran kata-kata kasar.
Cara Menegur Anak yang Berkata Kasar Tanpa Menyakiti Anak
Berkata baik atau diam, adalah pesan yang sering disematkan dalam dialog atau komunikasi yang mengedepankan adab dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini menjadi sebagai pengingat terutama bagi orang tua, untuk menjaga lisan apalagi di depan anak-anaknya.
Jika hal ini tidak dijaga, maka anak-anak akan meniru sikap dan kebiasaan orang tua, seperti berkata kasar. Anak-anak cenderung belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar di sekitar mereka, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan contoh yang baik dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.
Untuk itu, selain melakukan introspeksi diri orang tua juga harus paham bagaimana cara menegur anak yang berkata kasar yang tepat tanpa menyakiti anak. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Tetap Tenang dan Sabar
Menunjukkan ketenangan saat menegur adalah kunci. Jangan langsung membalas dengan kata-kata kasar atau emosi berlebihan. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, sehingga sikap orang tua yang tenang dapat mengajarkan mereka bagaimana menyelesaikan masalah dengan bijak.
2. Jelaskan Alasan Mengapa Kata Kasar Tidak Diperbolehkan
Berikan penjelasan yang sederhana dan jelas mengapa kata-kata kasar tidak baik. Cobalah untuk mengaitkan dampaknya terhadap perasaan orang lain, seperti bagaimana teman atau keluarga bisa merasa sedih atau marah jika mereka mendengar kata-kata tersebut.
3. Tegaskan Dampak dari Perilaku Kasar
Jelaskan konsekuensi yang mungkin terjadi jika mereka terus berkata kasar, seperti kehilangan kesempatan bermain atau berbicara dengan teman-teman mereka. Namun, pastikan konsekuensinya proporsional dan adil.
4. Berikan Contoh Penggunaan Bahasa yang Baik
Ajak anak untuk berbicara dengan kata-kata yang lebih sopan dan tunjukkan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Memberikan contoh yang baik adalah cara yang efektif agar anak bisa mempelajari kebiasaan baru.
5. Gunakan Waktu yang Tepat untuk Menegur
Pilih waktu yang tepat untuk menegur anak. Hindari menegur mereka saat mereka sedang marah atau kesal karena hal tersebut hanya akan membuat mereka lebih sulit menerima pesan yang ingin disampaikan.
6. Berikan Pujian untuk Perilaku Baik
Jangan hanya fokus pada saat anak berkata kasar. Berikan pujian saat anak menggunakan bahasa yang sopan atau ketika mereka mengendalikan diri dalam situasi yang menantang. Ini akan memotivasi mereka untuk terus berperilaku baik.
7. Ajarkan Empati
Ajak anak untuk berempati dengan orang lain. Diskusikan bagaimana perasaan orang lain saat mendengar kata-kata kasar dan ajarkan cara menunjukkan rasa hormat kepada sesama. Mengajarkan empati bisa membantu anak lebih memahami pentingnya berbicara dengan sopan.
Menghadapi anak yang berkata kasar memang membutuhkan pendekatan yang penuh perhatian dan kesabaran. Dengan cara menegur anak yang berkata kasar di atas, diharapkan anak bisa belajar berbicara dengan lebih sopan dan menghargai perasaan orang lain. (VAN)
Baca juga: 4 Ciri Pasangan Playing Victim dan Cara Menghadapinya
