Konten dari Pengguna

9 Cara Mengatasi Impulsive Buying agar Hidup Lebih Hemat

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengatasi impulsive buying, sumber foto: energepic.com by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengatasi impulsive buying, sumber foto: energepic.com by pexels.com

Kecenderungan berbelanja untuk mengatasi stres sering kali menimbulkan perilaku impulsive buying. Bahkan masih banyak orang yang tidak tahu cara mengatasi impulsive buying dalam kehidupan agar lebih hemat anggaran keuangan.

Impulsive buying sendiri merupakan kebiasaan membeli barang tanpa memikirkan manfaat dan kebutuhan yang sebenarnya. Perilaku ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya untuk mengurangi rasa stres dengan berbelanja.

Dikutip dari www.psychologytoday.com, berikut beberapa cara mengatasi impulsive buying secara benar dan tepat agar hidup lebih hemat.

Cara Mengatasi Impulsive Buying

Ilustrasi cara mengatasi impulsive buying, sumber foto: Tim Douglas by pexels.com

Impulsive buying merupakan keinginan seseorang untuk membeli suatu produk dalam jumlah banyak secara tiba-tiba tanpa berpikir panjang. Berikut terdapat beberapa tata cara mengatasi impulsive buying untuk menciptakan hidup lebih hemat.

1. Membuat Anggaran Keuangan

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuat anggaran keuangan terkait berapa banyak uang yang harus dikeluarkan dalam waktu tertentu.

2. Mempertimbangkan Pembersihan Finansial

Mempertimbangkan pembersihan finansial juga penting untuk dilakukan untuk kembali meningkat kesadaran fiskal dan menghemat pengeluaran.

3. Mencari Cara Lebih Sehat untuk Mengurangi Stres

Kebanyakan orang menggunakan alasan berbelanja untuk mengurangi rasa stres. Padahal stres bisa diatasi dengan cara lain yang lebih positif, seperti olahraga, berkebun, atau menonton film.

4. Buat Rencana Pencegahan Kekambuhan

Biasanya perilaku hemat bisa dilakukan dalam beberapa waktu saja, sehingga ketika perilaku impulsive buying kembali datang, sebaiknya buat rencana pencegahan.

5. Membedakan antara Kebutuhan dan Keinginan

Biasakan diri untuk mendahulukan pemenuhan kebutuhan daripada keinginan, ini akan membantu lebih hemat, rendam keinginan tersebut semaksimal mungkin.

6. Susunlah Skala Prioritas

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menyusun skala prioritas dari kebutuhan yang sudah dipisahkan dari keinginan.

7. Terapkan Perhatian pada Keuangan

Selanjutnya mulai terapkan perhatian pada keuangan dengan memikirkan apakah uang yang keluar untuk barang berguna atau tidak.

8. Membeli dengan Uang Tunai

Meski terkesan jadul, membeli dengan uang tunai sangat ampuh untuk menghentikan perilaku pembelian impulsive.

9. Terapi Keuangan

Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan terapi keuangan bersama ahli, pakar, konsultan, yang sesuai dengan kompetensinya.

Banyak cara mengatasi impulsive buying yang bisa dilakukan dalam kehidupan agar lebih hemat pengeluaran. Semua cara tersebut perlu dilakukan dengan benar dan penuh kesabaran untuk hasil yang lebih maksimal. (DSI)