Konten dari Pengguna

Apa Nama Kondisi Psikologis Ketergantungan pada Ponsel? Ini Jawabannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Nama Kondisi Psikologis Ketergantungan pada Ponsel? Sumber: Unsplash/freestocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Nama Kondisi Psikologis Ketergantungan pada Ponsel? Sumber: Unsplash/freestocks

Ponsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, seiring perkembangan teknologi. Bahkan, ada istilah khusus untuk mendefinisikan ketergantungan ini. Lalu, apa nama kondisi psikologis ketergantungan pada ponsel?

Kini hampir semua aktivitas membutuhkan ponsel, mulai dari bekerja, belajar, hingga bersantai. Kehadiran ponsel telah mengubah gaya dan pola hidup manusia, yang dulunya keterbatasan informasi menjadi dapat mengakses informasi tanpa batas.

Apa Nama Kondisi Psikologis Ketergantungan pada Ponsel?

Ilustrasi Apa Nama Kondisi Psikologis Ketergantungan pada Ponsel? Sumber: Unsplash/freestocks

Jika merasa cemas saat berjauhan dengan ponsel, maka seseorang perlu waspada. Inovasi teknologi menciptakan ponsel pintar atau smartphone, yang membuat manusia betah berlama-lama menggunakannya. Namun, penting juga untuk mengetahui apa nama kondisi psikologis ketergantungan pada ponsel.

Menurut buku Nomophobia karya Triantoro Safaria, Nofrans Eka Saputra, dan Diana Putri Arini (2022:8), nomophobia atau no mobile phone phobia adalah di mana seseorang merasa ketakutan apabila berjauhan dengan gadget.

Orang yang mengalami nomophobia cenderung sulit mengendalikan rasa takut dan panik. Untuk mencegah hal ini terjadi, biasanya penderita berusaha memastikan ponsel selalu berada di dekatnya agar mudah diambil atau diperiksa sewaktu-waktu.

Walaupun memberikan manfaat, smartphone dapat menyebabkan beberapa masalah terkait penggunaannya. Ciri-ciri nomophobia, antara lain:

  • Membawa ponsel ke mana saja, termasuk toilet atau jalan yang ramai.

  • Memeriksa ponsel berulang kali dalam hitungan jam, untuk memastikan berfungsi dengan baik dan tidak ada notifikasi yang terlewat.

  • Melanggar aturan hanya demi memainkan ponsel, seperti menggunakannya di pesawat.

  • Mengabaikan kegiatan yang telah direncanakan agar menghabiskan waktu lebih banyak dengan ponsel.

Seperti fobia lainnya, nomophobia juga memunculkan gejala psikologis:

  • Takut atau panik berlebihan saat membayangkan kehilangan ponsel, tidak dapat menggunakannya, atau berjauhan.

  • Cemas dan gelisah ketika harus meletakkan ponsel atau mengetahui bahwa tidak dapat digunakan sementara waktu.

  • Khawatir saat tidak dapat memeriksa ponsel atau baterai habis.

Nomophobia yang segera dikenali biasanya lebih mudah diatasi sendiri dengan menerapkan langkah sederhana, antara lain:

  • Mematikan ponsel satu jam sebelum tidur malam untuk meningkatkan kualitas tidur.

  • Menyimpan ponsel jauh dari jangkauan ketika akan tidur.

  • Membiasakan diri meninggalkan ponsel di rumah saat berbelanja atau berjalan-jalan di sekitar lingkungan.

  • Meningkatkan frekuensi interaksi langsung dengan keluarga, teman, atau kolega.

Sering menggunakan ponsel atau mengkhawatirkan keberadaan ponsel belum tentu menandakan nomophobia. Hal ini masih tergolong normal jika untuk kebutuhan tertentu dalam batas wajar.

Jadi, apa nama kondisi psikologis ketergantungan pada ponsel? Jawabannya adalah nomophobia. Mengenali gejalanya merupakan langkah awal untuk mengantisipasi dampaknya. Dengan penggunaan yang tepat, setiap orang dapat menikmati teknologi tanpa kehilangan kendali atas kehidupan sehari-hari. (ALF)

Baca juga: Tanda-Tanda Kondisi Emosi dan Psikologis Masa Pubertas pada Remaja