Cara Memahami Diri Sendiri untuk Mengetahui Kepribadian

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak cara memahami diri sendiri, salah satunya dengan menerima kegagalan. Diri sendiri memang menjadi orang pertama yang harus dikenali sebelum mengenal orang lain.
Namun, masih banyak orang yang sulit untuk mengenali diri sendiri. Padahal, pemahaman tentang diri sendiri adalah hal yang cukup vital akan sesuatu yang dikerjakan nantinya.
Dikutip dari buku Komunikasi Interpersonal dan Hubungannya dalam Konseling karya Siti Rahmi, ini dia penjelasan lengkap tentang cara untuk memahami diri sendiri.
Cara Memahami Diri Sendiri
Banyak orang yang masih kesulitan untuk memahami diri sendiri. Maka dari itu, berikut ini terdapat beberapa penjelasan tentang tata cara memahami diri sendiri agar mengetahui kepribadian sendiri.
1. Menerima Kegagalan
Menerima kegagalan merupakan salah satu cara untuk memahami diri sendiri. Mengingat di dunia ini tidak ada orang yang sempurna dan tidak ada orang yang mau berbuat salah.
Daripada menyangkal kegagalan, lebih baik berhenti dan mulai menerima kegagalan tersebut. Akui bahwa dirimu kalah dan perlu memperbaiki diri lagi untuk bisa menjadi yang lebih baik.
2. Introspeksi Diri
Introspeksi diri merupakan kegiatan peninjauan ke dalam diri sendiri, pikiran atau perasaan. Mulai menggali memori tentang kejadian-kejadian yang pernah dialami dan berdialog dengan diri sendiri.
3. Melakukan Pengamatan
Pengamatan yang dimaksud adalah mengamati perilaku diri sendiri. Ini merupakan cara untuk memahami diri sendiri yang sama saja dengan cara memahami orang lain.
Hal ini akan membuat individu dapat mengetahui sikap, emosi dan internal state sendiri. Caranya dengan menyimpulkan dari hasil pengamatan terhadap perilaku diri sendiri.
4. Penilaian Orang Lain
Terkadang diri sendiri juga perlu memperhatikan penilaian dari orang lain. Menginap sebagian diri sendiri masih menjadi sebuah misteri.
Jadi, tetap membutuhkan penilaian orang lain untuk membantu memahaminya. Diri sendiri tetap membutuhkan bantuan dari orang lain untuk membantu meningkatkan objektivitas pemahaman.
5. Perbandingan Sosial
Perbandingan sosial akan membuat diri merasa lebih pasti dengan kemapuan dan opini. Mengingat tidak ada informasi objektif yang bisa dijadikan sebuah ukuran yang tepat.
Maka dari itu, tetap membutuhkan orang lain sebagai pembanding atau parameter untuk menilai diri sendiri.
Banyak tata cara memahami diri sendiri yang bisa dilakukan untuk mengetahui kepribadian. Jangan sampai terfokus ke diri sendiri hingga lupa dengan nasihat positif dari orang lain. (DSI)
