Ciri-Ciri Anxiety pada Remaja beserta Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-Ciri anxiety pada remaja sangat beragam salah satunya yaitu mengalami ketakutan yang berlebihan. Remaja zaman sekarang memang lebih mudah untuk mengalami anxiety.
Ingat, remaja yang terlihat bugar belum tentu sepenuhnya dalam keadaan sehat. Bukan hanya mengalami penyakit fisik, namun bisa juga mengalami penyakit mental salah satunya dalam bentuk anxiety atau kecemasan.
Gangguan mental ini cukup sulit untuk dideteksi, bahkan bisa saja yang mengalami belum mengetahuinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri dari remaja yang mengalami gangguan anxiety dalam penjelasan berikut.
Ciri-Ciri Anxiety pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Dikutip dari buku Psikopatologi Anak dan Remaja karya Hanna Amalia, Devi Yanti dan Maria Ulfa, ini dia ciri-ciri anxiety pada remaja dan tata cara mengatasinya.
1. Ciri-Ciri Anxiety yang Sering Dialami Anak Remaja
Gangguan kecemasan atau anxiety merupakan suatu emosi yang ditandai dengan:
Perasaan khawatir dan ketakutan yang berlebih.
Tangan menjadi lebih mudah berkeringat.
Peningkatan tekanan darah.
Detak jantung menjadi lebih cepat.
Mudah merasakan mual, sakit perut dan sakit kepala.
Sulit berkonsentrasi serta berusaha menghindari situasi yang membuatnya merasa cemas.
Terjadi perubahan nafsu makan, gangguan tidur, tantrum dan agresif.
2. Cara Mengatasi Anxiety pada Remaja
Kecemasan atau anxiety bukan hanya dialami orang dewasa saja, namun remaja juga bisa mengalaminya. Berikut ini terdapat beberapa cara mengatasi anxiety pada remaja dengan benar.
Mencari sumber yang membuat remaja merasa cemas, cari tahu pelan-pelan dan jangan memaksa anak untuk mengatakannya.
Berusaha mengalihkan perhatian anak dari hal-hal yang membuatnya merasa cemas.
Tidak mendesak anak untuk menjelaskan hal apa yang membuatnya merasa cemas. Mendesak hanya akan membuat gangguan anxiety semakin parah dan tidak kunjung berakhir.
Menyenangkan anak dengan cara memeluk dan membawanya ke ruang lain agar tidak terjadi anxiety yang berlebih.
Ajak anak berbicara tentang sumber anxiety yang dialaminya dengan kata-kata yang menyenangkan. Jangan lupa untuk membuat dia merasa aman.
Melakukan program kegiatan yang menyenangkan seperti membaca cerita, mendengarkan musik atau menggambar ketika anxiety kambuh.
Membantu anak untuk mengekspresikan apa yang dirasakan dalam bentuk kata-kata secara perlahan.
Setelah mengetahui ciri-ciri anxiety pada remaja dalam penjelasan tersebut, pastikan anak Anda tidak mengalaminya. Jika sudah terlanjur, lakukan penanganan dengan menerapkan tersebut. (DSI)
