Ciri-ciri ODMK dan Contohnya yang Dapat Dilihat dalam Kehidupan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan jiwa adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa dikenal dengan ODMK. Ada beberapa ciri-ciri ODMK yang wajib diketahui.
Dengan mengetahui pengertian dan juga ciri-ciri dari gangguan kejiwaan ini, para penyandangnya bisa mendapat penanganan yang tepat.
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan tentang ciri-ciri ODMK beserta contohnya dalam artikel berikut ini.
Ciri-ciri ODMK
Dikutip dari buku Crash Course Psychiatry karya Katie Fm Marwick dkk., (2017) ODMK adalah singkatan dari Orang dengan Masalah Kejiwaan.
Orang ODMK adalah orang yang memiliki masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan serta kualitas hidup.yang menyebabkan individu tersebut memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.
ODMK belum memenuhi kriteria diagnosis gangguan jiwa, tetapi mereka membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan jiwa yang sesuai dengan kondisi mereka.
Ciri-ciri ODMK antara lain:
Mengalami stres berat atau trauma akibat kejadian atau situasi tertentu, seperti bencana alam, kekerasan, pelecehan, diskriminasi, dll.
Mengalami kesulitan dalam mengatur emosi, seperti mudah marah, sedih, cemas, takut, dll.
Mengalami perubahan perilaku yang signifikan, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengabaikan kebersihan diri, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa disukai, dll.
Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, mimpi buruk, atau tidur berlebihan.
Mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.
Mengalami gangguan kognitif, seperti kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau belajar.
Mengalami pikiran atau dorongan yang mengganggu atau tidak diinginkan, seperti pikiran agresif, seksual, atau obsesif-kompulsif.
Contoh ODMK dalam Kehidupan Sehari-hari
Berbagai contoh ODMK yang dapat dilihat dalam kehidupan, antara lain:
Korban bencana alam yang mengalami stres pasca-trauma (PTSD) akan merasa cemas atau depresi setiap kali mendengar suara keras atau melihat air.
Pekerja yang mengalami tekanan kerja yang tinggi. Di mana ia merasa tidak mampu mengatasi tuntutan pekerjaannya sehingga mengalami burnout atau sindrom lelah emosional.
Remaja yang mengalami bullying di sekolah atau media sosial sehingga ia merasa rendah diri, tidak percaya diri, atau bahkan berpikir untuk bunuh diri.
Istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan merasa takut, marah, atau bersalah terhadap suaminya sehingga mengalami sindrom battered woman.
Pekerja seks komersial yang tidak nyaman dengan pekerjaannya dan merasa terpaksa, malu, atau tidak berharga sehingga mengalami gangguan stres akut (ASD).
Pengidap gangguan jiwa yang sudah sembuh, tetapi masih mendapatkan stigma atau perlakuan buruk dari masyarakat sehingga merasa terisolasi atau diskriminasi.
Baca juga: Perbedaan Sosiodrama dan Psikodrama sebagai Terapi yang Harus Dimengerti
Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri ODMK dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. (WWN)
