Cohort Effect: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cohort Effect adalah pengaruh yang dilahirkan pada waktu, wilayah, maupun periode tertentu terhadap perkembangan suatu kelompok tertentu. Istilah cohort effect atau efek kohort merupakan bentuk dari ilmu kependudukan.
Penggunaan efek kohort adalah untuk menganalisis sampai mengevaluasi perubahan perilaku sekelompok orang menggunakan fitur demografis umum yang terhitung dalam periode waktu tertentu. Agar semakin paham, simak di sini!
Pengertian Cohort Effect
Yefta Moenadjat, dkk dalam buku berjudul Penelitian Bedah Seri 2 menjelaskan bahwa kata "kohort" asalnya dari bahasa Latin "cohors" atau pasukan (militer).
Kaitan dengan penelitian adalah sekelompok orang yang diikutsertakan dalam suatu studi berdasarkan definisi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Untuk kohort, penetapannya sesuai status pajanan atau pajanan individu (sebab).
Kohort efek juga disebutkan sebagai fenomena dalam penelitian klinis, di mana karakteristik kelompok mempengaruhi hasil penelitian.
Kohort efek sangat umum terjadi dalam hal membandingkan hasil dari kelompok usia berbeda yang mungkin mempunyai pengalaman hidup yang berbeda pula.
Sejarah hadirnya kohort efek adalah saat Whelpton yang merupakan seorang ilmuwan populasi melakukan analisis kohort pertama kali. Ilmuwan biasa menyebutnya dengan studi longitudinal di tahun 1949.
Tujuan analisis menggunakan kohort efek adalah untuk meningkatkan angka kelahiran setelah Perang Dunia II di Amerika Serikat. Setelah itu, para peneliti Nazi memberlakukan kohort efek untuk mengklasifikasikan efisiensi kebijakan dalam populasi rezim.
Penelitian yang dilakukan tersebut bertujuan untuk menentukan hubungan antara kenaikan angka kelahiran dengan jarak antara kelahiran individu.
Jenis Cohort Effect
Ada beberapa jenis cohort effect yang perlu diketahui, yaitu:
Jenis pertama mengacu tentang studi yang dianalisis lebih dari sekali dalam waktu yang lebih lama. Jenis ini dikenal juga sebagai studi longitudinal.
Jenis kedua mengacu terhadap analisis berdasarkan pada pengambilan sampel secara independen dari kohort di waktu yang berbeda.
Jenis ketiga mengacu kepada studi beberapa kohort di waktu yang berbeda.
Contoh Cohort Effect
Inilah beberapa contoh cohort effect yang perlu diketahui, yaitu:
Contoh pertama
Terdapat perbedaan keterampilan kognitif antara kelompok usia 20-an dan kelompok usia 60-an. Di mana jika tes dijalankan melalui komputer, maka hasil berbeda yang diperoleh bisa terjadi akibat orang dengan usia lanjut kurang berpengalaman dalam bidang elektronik.
Contoh kedua
Sebuah toko online bisa menentukan siapa pelanggan-pelanggannya, baik dari kisaran usia maupun wilayah. Kemudian penjualan dilakukan kepada mereka yang masuk dalam target pelanggan tersebut.
Itulah informasi tentang cohort effect yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (eK)
