Definisi dan Contoh Attachment Issues dalam Konteks Psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Attachment issues merupakan salah satu istilah dalam konteks psikologi yang menarik untuk dibahas. Selain definisinya, contoh attachment issues dapat memperkuat pemahaman mengenai istilah ini.
Istilah ini merujuk pada kondisi seseorang yang gagal membentuk ikatan sehat dan aman pada diri sendiri. Hal ini tentu mengganggu hubungan sosial.
Definisi dan Contoh Attachment Issues
Dikutip dari buku Attachment Issues in Psychopathology and Intervention, Leslie Atkinson dkk. (2003), attachment issues adalah sebuah istilah yang merujuk pada kondisi psikologis dan merupakan respons emosional.
Respons emosional ini menghambat seseorang dalam membina dan menjaga hubungan dekat, sehat, dan aman dengan orang lain. Secara teori, akar masalah ini adalah pengalaman dan hubungan yang tidak baik dengan orang sekitar.
Misalnya, ketika anak-anak mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan dalam hal komunikasi dengan orang terdekat, seperti orang tua, hal tersebut dapat menyebabkan masalah pada keterikatan.
Orang yang tidak responsif atau tidak dapat memprediksi kapan kebutuhan anak akan terpenuhi dapat menciptakan ketidakamanan. Ketidakkonsistenan ini menyebabkan anak kesulitan mempercayai orang lain dan dunia sekitarnya, sehingga mengadopsi strategi keterikatan yang tidak aman yang terbawa hingga usia dewasa.
Ada beberapa jenis attachment issues. Berikut ini adalah beberapa yang dapat menambah wawasan.
Anxious-Preoccupied Attachment. Gaya keterikatan ini ditandai dengan kebutuhan tinggi akan validasi eksternal dan rasa cemas yang konstan terhadap kemungkinan penolakan atau ditinggalkan.
Dismissive-Avoidant Attachment. Individu dengan gaya ini menunjukkan pola kemandirian yang ekstrem dan sering menghindari kedekatan emosional.
Fearful-Avoidant Attachment atau Disorganized-Fearful. Gaya ini merupakan paradoks antara keinginan kuat untuk memiliki kedekatan dengan orang lain dan ketakutan mendalam terhadap rasa sakit atau penolakan yang mungkin didapat dari kedekatan tersebut.
Disorganized Attachment. Gaya keterikatan ini umumnya berkembang sebagai respons dari pengalaman traumatis atau pengabaian yang dialami pada masa kanak-kanak.
Berikut ini adalah beberapa contoh attachment issues dalam konteks psikologi yang jarang disadari.
1. Tidak Peduli pada Diri Sendiri
Contoh pertama adalah kecenderungan tidak peduli pada diri sendiri atau biasa dikenal dengan people pleasing. Pola ini ditandai dengan mengutamakan kebahagiaan dan ekspektasi orang lain hingga mengabaikan kesejahteraan diri sendiri.
2. Bergantung pada Orang Lain
Ketergantungan berlebihan pada orang lain dalam hal kebahagiaan menjadi contoh attachment issues lainnya. Kecenderungan ini sering muncul pada orang dengan pengalaman kurang diperhatikan di masa lalu.
3. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Kondisi ini biasanya berasal dari trauma masa lalu yang memicu kecurigaan berlebihan, prasangka buruk, dan pola pikir overthinking. Perilaku seperti memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam atau memantau aktivitas mantan pasangan merupakan manifestasi dari ketidakpercayaan yang dapat merusak hubungan.
Baca juga: Teori Psikoanalisis Sigmund Freud dan Contohnya dalam Dunia Psikologi
Demikian pembahasan mengenai definisi dan contoh attachment issues dalam konteks psikologi yang menarik untuk dibahas. (ARD)
