Konten dari Pengguna

Teori Psikoanalisis Sigmund Freud dan Contohnya dalam Dunia Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Steve Johnson.
zoom-in-whitePerbesar
Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Steve Johnson.

Teori Psikoanalisis seringkali disebut dengan teori kepribadian yang dimiliki oleh manusia secara psikologi. Orang yang pertama kali mengembangkan teori ini adalah Sigmund Freud, sehingga dikenal dengan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud.

Dikutip dari buku Pengantar Pengkajian Sastra, Wajiran. (2022:174), Sigmund Freud dijuluki sebagai Bapak Psikoanalisis yang memiliki nama asli Sigismund Freud. Sigmund Freud yang dilahirkan di Freiberg pada 6 Mei 1856 ini kerap dipanggil oleh kedua orang tuanya dengan sebutan "My Golden Sigi".

Mengenal Teori Psikoanalisis Sigmund Freud Lengkap dengan Contohnya

Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Tengyart.

Teori Psikoanalisis Sigmund Freud sangat terkenal dengan gagasannya tentang kepribadian manusia berdasarkan analisis tentang mimpinya. Selain itu, Sigmund Freud menganggap bahwa kesadaran merupakan bagian kecil dari kehidupan mental.

Teori ini memiliki tiga komponen yang menarik diketahui untuk menambah wawasan dan mempelajari kepribadian manusia di dunia. Bagi yang penasaran, berikut informasi selengkapnya.

1. Struktur Kepribadian

Dalam struktur kepribadian, terdapat 3 tingkat kesadaran yang diyakini oleh Freud, yaitu sadar, prasadar, dan tidak sadar. Selain itu, Freud juga memperkenalkan 3 model struktur lain, yaitu das es (id), das ich (ego), dan das uber ich (super ego).

Id memiliki unsur dimensi pembawaan untuk mempertahankan konstansi dan ego merupakan hasil interaksi dengan lingkungan untuk mengarahkan individu pada realitas. Sementara super ego merupakan hasil internalisasi nilai-nilai pada perilaku yang bermoral.

2. Dinamika Kepibadian

Freud menganggap, dinamika kepribadian adalah proses energi psikis seseorang yang didistribusikan dan dipergunakan oleh id, ego, dan super ego. Setiap energi yang dimiliki manusia berasal dari sumber yang sama, yaitu makanan yang telah dikonsumsi.

3. Mekanisme Pertahanan Ego

Mekanisme pertahanan ego menjadi strategi untuk melawan dan menghadapi tekanan ego dan super ego. Tujuannya untuk mengurangi dan meredakan kecemasan setiap manusia.

4. Tahapan Perkembangan Kepribadian

Tahapan perkembangan dibagi menjadi 5 fase. Lima di antaranya adalah fase oral (usia 0-18 bulan), fase anal (18 bulan-3 tahun), fase falis (usia 3-6 tahun), fase laten (usia 6-pubertas), dan fase genital (setelah pubertas).

Contoh Pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud

Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Srihari Kapu.

Contoh pendekatan teori psikoanalisis Sigmund Freud adalah dengan menganalisis berdasarkan mimpi dan pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Freud lebih mengandalkan penalaran deduktif, dibandingkan dengan metode riset yang ketat.

Selain itu, pendekatan psikoanalisis dapat terlihat di kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah ketika anak kecil memiliki kejadian yang membuatnya sering ketakutan di dekat ayahnya. Setelah dianalisa, kejadian tersebut membuat trauma sang anak.

Ada banyak rasa kekecewaan yang timbul dan sering ketakutan secara berlebihan. Secara tidak sadar, setelah semakin dewasa anak tersebut cenderung memilih menjalin hubungan dengan wanita. Dalam pandangan psikoanalisis, perilaku anak tersebut sudah memengaruhi sid, ego, dan super ego.

Baca Juga: Mengenal Teori Gestalt dalam Psikologi Beserta Prinsipnya

Itu dia penjelasan tentang Teori Psikoanalisis Sigmund Freud lengkap dengan contohnya dalam dunia psikolagi. Teori tersebut bisa menjadi wawasan dan ilmu baru untuk memperlajari kepribadian orang sekitar. (NAI)