Humblebrag, Istilah Penting yang Wajib Diketahui dalam Pergaulan Semua Kalangan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia psikologi ada banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan psikologis seseorang. Salah satu istilahnya adalah humblebrag. Humblebrag adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang.
Perilaku yang dimaksud adalah perilaku seseorang yang memamerkan sesuatu dengan cara merendah. Istilah ini dikenal juga dengan istilah merendah untuk meroket jika dalam bahasa gaul.
Pengertian Humblebrag
Dikutip dari buku Words You Should Know 2013 karya Nicole Cammorata (2012), humblebrag adalah perilaku di mana seseorang mencoba untuk merendahkan diri sendiri secara samar-samar sambil sebenarnya bermaksud untuk memamerkan prestasi atau kelebihannya.
Istilah ini merupakan kombinasi dari kata "humble" yang berarti merendah diri dan "brag" yang berarti memamerkan diri. Fenomena ini sering terjadi di media sosial dan percakapan sehari-hari.
Pada awalnya, mungkin terlihat sebagai bentuk moderasi atau kesopanan, tetapi pada intinya, kondisi ini adalah cara seseorang menunjukkan diri mereka tanpa terlihat sombong secara langsung.
Contoh Humblebrag
Contoh kondisi humblebrag yang mungkin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
"Aduh, capek ya setelah berhasil memenangkan kompetisi lari marathon kemarin."
"Jadwal saya sudah sangat padat, hampir tak ada waktu untuk berlibur di pantai mewah akhir pekan yang lalu."
"Oh, aku tidak tahu kalau lukisan yang aku buat bisa laku seharga begitu tinggi."
Alasan Perilaku Humblebrag
Mengapa orang melakukan perilaku ini? Ada beberapa alasan yang mungkin melatarbelakangi perilaku ini, antara lain:
Keinginan untuk membuat orang lain terkesan pada dirinya.
Keinginan untuk meningkatkan harga diri.
Keinginan untuk mendapatkan simpati.
Keinginan untuk dihormati.
Kultur yang menyebutkan jika kesuksesan tak perlu diumbar.
Namun, apakah humblebrag efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut? Ternyata tidak. Penelitian menunjukkan bahwa humblebrag justru membuat orang lain merasa terganggu atau tidak tulus dengan perilaku ini.
Alih-alih mendapatkan simpati, merendah untuk meroket justru bisa memicu kebencian dari orang lain. Selain itu, kebiasaan humblebrag juga bisa membuat seseorang menjadi tidak peka terhadap situasi di sekitarnya.
Baca juga: Cara Membantu Teman yang Depresi Secara Tepat
Humblebrag adalah perilaku yang tidak perlu dilakukan dalam pergaulan. Sebaliknya, harus bersikap apa adanya dan sewajarnya saja. (WWN)
