Konten dari Pengguna

Isolasi Sosial: Pengertian dan Contohnya dalam Ilmu Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isolasi Sosial. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions
zoom-in-whitePerbesar
Isolasi Sosial. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions

Isolasi sosial adalah sebuah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan atau bahkan tidak adanya interaksi sosial dengan orang lain. Keadaan ini tentunya bisa memberikan dampak buruk bagi kehidupan seseorang.

Pasalnya, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai isolasi sosial dan contohnya dalam ilmu psikologi.

Pengertian Isolasi Sosial

Isolasi Sosial. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com

Dikutip dari buku Pendidikan Keperawatan Jiwa karya Abdul Muhith, (2015) pengertian dari isolasi sosial adalah kondisi seseorang yang mengalami masalah atau penurunan hingga tidak bisa berinteraksi dengan orang lain.

Orang yang mengalami isolasi sosial biasanya merasa ditolak, tidak diterima, tidak disukai, atau kesepian.

Mereka juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial dan mengisolasi diri secara emosional.

Contoh dan Penyebab Isolasi Sosial

Isolasi sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik seseorang. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar.

Beberapa faktor penyebab isolasi sosial adalah sebagai berikut.

1. Penyakit Kronis

Orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, atau stroke mungkin memiliki kesulitan untuk beraktivitas dan bergaul dengan orang lain.

Penyakit kronis juga dapat menimbulkan rasa takut, cemas, atau depresi yang menghambat interaksi sosial. Sebaliknya, kurangnya interaksi sosial juga dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

2. Kehilangan Orang Terdekat

Orang yang kehilangan pasangan, keluarga, atau teman dekat mungkin merasa kesepian dan tidak memiliki dukungan sosial.

Mereka mungkin juga mengalami stres, trauma, atau kesedihan yang berkepanjangan yang membuat mereka enggan untuk membuka diri dan berhubungan dengan orang lain.

3. Perubahan Lingkungan

Orang yang pindah ke tempat baru, misalnya karena pekerjaan, pendidikan, atau pernikahan, mungkin merasa asing dan tidak nyaman dengan lingkungan baru mereka.

Mereka mungkin juga mengalami kesulitan untuk beradaptasi dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru di sekitarnya.

4. Teknologi

Meskipun teknologi dapat memudahkan komunikasi dan informasi, terlalu banyak bergantung pada teknologi juga dapat menyebabkan isolasi sosial.

Orang yang terlalu sering menggunakan gadget, media sosial, atau internet mungkin kurang memiliki interaksi langsung dengan orang lain. Mereka mungkin juga kehilangan keterampilan sosial dan empati yang penting untuk membina hubungan interpersonal yang sehat.

Baca juga: 6 Tanda Lelah Mental yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Isolasi sosial adalah sebuah kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik seseorang. (WWN)