Ketahui 3 Cara Mengatasi Inner Child yang Terluka

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian orang dewasa masih dihantui oleh luka batin dari masa kanak-kanak. Hal ini dapat memengaruhi kehidupan seseorang. Tak perlu khawatir, karena terdapat cara mengatasi inner child yang terluka.
Menyembuhkan inner child adalah langkah penting dalam mencapai kesejahteraan emosional. Jika tidak diatasi, maka inner child yang terluka dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan seseorang.
Cara Mengatasi Inner Child yang Terluka, Bisa Dicoba Orang Dewasa
Konsep inner child merujuk pada bagian dari diri seseorang yang masih memegang erat perasaan, kenangan, dan pengalaman dari masa kanak-kanak, bak positif maupun negatif. Pengalaman yang terjadi pada masa kanak-kanak tersebut dapat berdampak pada pola pikir dan perilaku seseorang di masa depan.
Sementara itu, dikutip dari buku Overthinking and Anxiety Cure: How to Stop Overthinking, Heal Anxiety, Calm Stress, Control Racing Thoughts, and Break free from Depression, ADHD, and Relationship Overthinking, Piplani (2025), inner child yang terluka adalah bekas luka emosiona yang ditinggalkan oleh pengalaman masa kanak-kanak di mana kebutuhan dasar akan cinta, keamanan, penerimaan, atau pengakuan yang tidak terpenuhi.
Saat inner child terluka akibat trauma, pengabaian, dan sebagainya, maka dampaknya dapat terlihat dalam hubungan interpersonal bahkan kesehatan mental seseorang.
Inner child yang terluka tersebut dapat menyebabkan depresi, ketergantungan emosional, kecemasan, dan masalah kesehatan mental. Lantas, bagaimana cara mengatasi inner child yang terluka?
1. Meditasi
Meditasi adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi inner child yang terluka. Meditasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran diri dan mengajari seseorang agar lebih memerhatikan perasaan yang muncul di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, meditasi juga dapat membantu seseorang nyaman dengan emosi negatif yang kerap muncul. Dengan meditasi, seseorang bisa belajar dalam mengakui serta menghadapi perasaan yang muncul.
2. Menulis Jurnal
Cara selanjutnya, yaitu menulis jurnal. Menulis jurnal mungkin terlihat remeh. Padahal dengan menulis jurnal dapat merefleksikan diri terhadap seluruh pengalaman yang telah lalu. Selain itu, juga dapat dilakukan untuk melepaskan emosi.
3. Terbuka dengan Orang Lain
Terakhir adalah terbuka dengan orang lain. Dengan terbuka, maka seseorang dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi. Selain terbuka kepada orang lain, seseorang juga dapat mencoba untuk mencintai dan merawat diri sendiri.
Baca juga: 7 Ciri Orang Punya Inner Child Terluka yang Jarang Dikenali
Ada beberapa cara mengatasi inner child yang terluka. Seperti menulis jurnal, meditasi, dan terbuka dengan orang lain. (FAR)
