Konten dari Pengguna

Memahami Definisi Queen Bee Syndrome dan Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Queen Bee Syndrome Adalah. Sumber: Pexels.com/Anna Shvets
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Queen Bee Syndrome Adalah. Sumber: Pexels.com/Anna Shvets

Queen bee syndrome adalah istilah yang merujuk pada fenomena wanita dengan jabatan tinggi yang menganggap rendah orang lain. Pasalnya, wanita yang mempunyai jabatan tinggi sadar betul bahwa dirinya memiliki dedikasi besar untuk mencapai titik tersebut.

Namun, kesadaran akan dedikasi yang besar membuat wanita tersebut merasa bahwa orang lain tidak dapat melakukan tugas sebaik dirinya. Sehingga mengakibatkan salah satu bentuk perilaku queen bee syndrome yakni dengan mengucilkan orang lain.

Definisi Queen Bee Syndrome

Ilustrasi Queen Bee Syndrome Adalah. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Queen bee syndrome atau sindrom ratu lebah merupakan istilah untuk menggambarkan fenomena di tempat kerja. Fenomena tersebut adalah kondisi ketika seorang karyawan wanita mempunyai jabatan tinggi dan menganggap rendah orang lain.

Mengutip dari HR Lexicon karya Thevannoor dan Susan (2018: 79), queen bee syndrome mengacu pada wanita yang memiliki otoritas atau kekuasaan yang memperlakukan wanita dengan jabatan di bawahnya lebih buruk daripada pria hanya karena gendernya.

Pada buku yang sama, Thevannoor dan Susan (2018: 79) juga menguraikan bahwa queen bee syndrome adalah gambaran seorang wanita yang mempunyai kesuksesan pribadi dan profesional, tetapi menolak untuk berbagi pengetahuan dan tips dengan wanita lain.

Cara Mengatasi Queen Bee Syndrome

Ilustrasi Queen Bee Syndrome Adalah. Sumber: Pexels.com/olia danilevich

Tindakan queen bee syndrome cukup memberikan dampak misalnya, pria atau wanita yang bekerja di bawah pimpinan seseorang yang terkena queen bee syndrome akan merasa lebih stres.

Selain karena perilaku queen bee syndrome yang menganggap rendah orang lain, perilaku menuntut lebih dan tidak berbagi tips juga menjadi tekanan bagi karyawan di bawahnya. Walaupun begitu, bukan berarti queen bee syndrome tidak dapat diatasi.

Mengutip dari laman Pelagohealth.com berikut adalah cara mengatasi queen bee syndrome.

  • Menyadari tanda-tanda bahwa diri mengalaminya.

  • Jika mulai menyadari diri tidak mendukung wanita lain seperti dulu atau merasa membenci wanita lain, seseorang perlu mundur selangkah dan bertanya kepada diri sendiri tentang mengapa hal itu terjadi.

  • Belajar memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

  • Belajar untuk bersedia memberi pujian yang layak kepada orang lain.

  • Memiliki support system dari wanita lain agar diri tetap bertanggung jawab dan terhindar dari perilaku negatif.

  • Bersikap positif dan mendukung orang lain, baik itu secara profesional maupun pribadi.

kumparan post embed

Secara keseluruhan, ulasan di atas mengungkapkan bahwa queen bee syndrome adalah gambaran fenomena wanita yang menganggap rendah orang lain karena mempunyai jabatan yang tinggi.

Setiap orang bisa saja mengalami sindrom tersebut. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang untuk selalu belajar menyadari diri sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta bersikap positif terhadap sesama manusia. (AA)