Konten dari Pengguna

Memahami Pengertian Tes Kraepelin dan Cara Mengerjakannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tes Kraepelin. Sumber: Alex Green/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes Kraepelin. Sumber: Alex Green/pexels.com

Tes Kraepelin adalah salah satu jenis soal psikotes yang banyak digunakan oleh negara-negara di dunia. Di samping itu, jenis soal tes ini juga sering muncul saat ujian beasiswa, hingga melamar pekerjaan.

Sahyadi dan Harsanti dalam Berencana Membangun Tes Kraepelin Berbasis Website menjelaskan bahwa saat ini, tes Kraepelin bukan hanya dapat dijumpai di lembar kertas, tetapi juga bisa dilakukan lewat internet.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang tes Kraepelin, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Tes Kraepelin

Ilustrasi tes Kraepelin. Sumber: Pixabay/pexels.com

Tes Kraepelin adalah suatu bentuk psikotes kerja yang telah muncul sejak abad ke-19. Tes Kraepelin berisi angka 0-9 yang tersusun secara acak. Nama tes ini sendiri diberikan berdasarkan penemunya, yaitu Emilie Kraepelin.

Di Indonesia, tes ini lebih akrab disebut dengan tes koran. Hal itu dikarenakan lembar kertas yang diujikan berisi angka-angka berukuran lebar yang mirip dengan koran.

Pada awalnya, tes ini bertujuan untuk membedakan orang normal dan tidak. Namun, tes ini kemudian dijadikan sebagai salah satu rangkaian seleksi karyawan perusahaan.

Tujuan Tes Kraepelin

Terdapat beberapa tujuan tes Kraepelin yang perlu diketahui, antara lain.

1. Mengukur Ketahanan

Salah satu tujuan tes Kraepelin adalah mengukur ketahanan seseorang. Pasalnya, melalui tes ini, seseorang akan diminta untuk menjumlahkan deret angka dalam waktu singkat.

Tes ini dianggap mudah oleh banyak orang. Namun, waktunya yang cukup sempit membuat seseorang terburu-buru dalam menyelesaikannya.

2. Menguji Motivasi

Tujuan tes Kraepelin berikutnya adalah menguji motivasi seseorang dalam bekerja. Pasalnya, dunia kerja memiliki banyak problematika yang rumit. Dengan mengerjakan perhitungan dan operasi matematika, seseorang akan terdorong untuk meningkatkan motivasi demi menyelesaikan soalnya.

3. Aspek Stabilitas Diri

Tujuan tes Kraepelin yang terakhir adalah mengukur stabilitas diri dan kemampuan seseorang dalam beradaptasi. Melalui proses mengerjakan soal operasi matematika, seorang HRD dapat mengukur kemampuan seseorang dalam beradaptasi terhadap pekerjaan barunya.

Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

Beberapa orang yang belum pernah mengerjakan tes Kraepelin mungkin akan bingung tentang caranya. Adapun cara mengerjakan tes Kraepelin adalah:

  1. Tes Kraepelin terdiri atas 45 kolom dan 60 baris dari deretan angka 0-9. Waktu pengerjaannya adalah 20 menit.

  2. Peserta perlu menjumlahkan angka yang berdekatan dari bawah ke atas dan meletakkan jawabannya di sebelah kanan. Apabila angka yang dijumlahkan memiliki jawaban sebanyak dua digit, maka cukup ditulis digit akhirnya.

  3. Setelah 30 detik, pengawas akan meminta peserta untuk mengerjakan kolom selanjutnya.

Demikian sederet informasi tentang tes Kraepelin dan cara mengerjakannya. [ENF]