Konten dari Pengguna

Mengenal Definisi Acceptance Phase dalam Kehidupan Manusia

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Acceptance Phase Adalah. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Acceptance Phase Adalah. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio

Acceptance phase adalah salah satu dari lima tahapan berduka yang ada dalam kehidupan manusia. Tahapan ini merupakan tahapan yang paling akhir setelah seseorang melalui keempat tahapan lainnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa untuk mencapai acceptance phase memungkinkan adanya proses panjang atau bahkan waktu panjang yang akan dihadapi oleh seseorang. Inilah penjelasan tentang acceptance phase yang dapat membantu setiap orang yang ingin mengetahuinya.

Mengenal Acceptance Phase dalam Kehidupan Manusia

Ilustrasi Acceptance Phase Adalah. Sumber: Pexels.com/Alex Green

Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki perasaan. Keberadaan perasaan itu mampu membuat manusia merasakan kesenangan, kesedihan, serta kedukaan.

Layaknya dua sisi mata uang, bila ada gambar maka ada angka. Demikian pula dengan kehidupan, bila ada suka maka ada duka.

Pada saat-saat itu, manusia akan menghadapi tahapan berduka. Mengutip dari buku berjudul Keperawatan Jiwa karya Lalla, dkk. (2022: 80 – 82), ada lima tahapan berduka menurut Kubler-Ross tahun 1969 yakni denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance.

Acceptance adalah tahap akhir dari siklus kesedihan seseorang. Pada tahap ini, seseorang menerima kenyataan yang semula dibantah dan mulai mengonstruksi realitas baru yang kemungkinan berbeda dari sebelum kejadian traumatis terjadi.

Pada tahap ini, emosi mulai stabil dan mulai bisa menerima kenyataan. Seseorang pada tahap ini akan menyadari realitas baru , misalnya pasangan tidak akan pernah kembali atau akan menyerah pada penyakit. Ini bukan hal yang baik, tetapi ini adalah sesuatu yang dapat dilakukan untuk melanjutkan hidup.

Ini jelas merupakan waktu penyesuaian dan penyesuaian kembali. Ada hari baik, ada hari buruk, lalu ada hari baik lagi. Pada tahap ini, bukan berarti tidak akan pernah mengalami hari buruk lagi, tapi, hari-hari baik cenderung lebih banyak daripada hari-hari buruk.

Pada tahap ini, mungkin seseorang akan mulai menjalin hubungan baru seiring berjalannya waktu. Memang orang yang dicintai tidak akan pernah bisa tergantikan, tetapi kehidupan terus bergerak, tumbuh, dan berkembang menjadi realitas baru.

kumparan post embed

Sekian uraian tentang acceptance phase kali ini. Semoga setiap orang yang berduka dapat berproses dengan baik sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman. (AA)