Mengenal Emetophobia, Rasa Takut Berlebihan terhadap Muntah

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki rasa takut yang berbeda-beda. Ada yang takut dengan benda besar, tempat sempit dan gelap, laut yang luas, hingga ketakutan terhadap muntahan.
Emetophobia, Rasa Takut Pada Muntahan
Setiap manusia pasti mempunyai rasa takut. Ketakutan setiap individu pun berbeda-beda. Ada yang takut terhadap lautan, ketinggian, tempat sempit, hingga rasa takut berlebihan pada muntahan.
Ketakutan terhadap muntahan disebut sebagai Emetophobia. Perasaan takut, gelisah, cemas muncul saat pengidap ingin muntah, melihat muntahan, dan mendengar orang lain muntah.
Dikutip dari situs Very Well Mind, kondisi kesehatan mental ini dikategorikan sebagai fobia spesifik yang melibatkan rasa takut terus-menerus, intens, dan tidak rasional terhadap suatu objek atau situasi.
Emetophobia dapat diidap oleh siapa saja dengan rentang usia berapapun. Selain itu, fobia ini termasuk jarang terjadi, bahkan populasinya di dunia hanya ada 0,1% manusia saja.
Penyebab Seseorang Mengalami Emetophobia
Umumnya, emetophobia terjadi karena pernah terlibat dalam insiden yang membuat trauma seperti pernah dimuntahi oleh orang lain, mengalami keracunan yang parah, hingga terkena serangan panik saat mengalami muntah.
Di beberapa kasus, orang yang mempunyai gangguan ini dipengaruhi oleh lingkungan dan faktor genetik. Misalnya, orang yang mempunyai keluarga terkena fobia spesifik, maka akan berisiko tinggi mengalami gangguan pula.
Beberapa orang bahkan tidak menyadari penyebab atau pemicu awal terjadinya emetophobia.
Gejala Mengidap Emetophobia
Ada beberapa gejala yang bisa dilihat pada pengidap emetophobia, di antaranya:
Menghindari makanan yang dapat menyebabkan mual dan muntah
Cenderung makan perlahan-lahan agar tidak tersedak dan muntah
Hanya makan dengan porsi sedikit untuk menghindari kekenyangan
Sering mencium aroma makanan untuk memastikan tidak menyebabkan muntah
Jarang mau terkena atau menyentuh permukaan yang berpotensi memiliki kuman seperti dudukan toilet atau pegangan tangga
Menghindari perjalnan, pesta, ruang publik, dan transportasi umum yang ramai untuk meminimalisir bertemu seseorang dengan bau badan tidak menyenangkan
Mengalami sesak napas hingga nyeri di dada jika memikirkan hal berbau muntahan.
Cara mengatasi emetophobia bisa dilakukan dengan dua cara, yakni terapi paparan atau terapi perilaku kognitif. Penderita phobia bisa memilihnya sesuai dengan budget dan kenyamanan.
Itulah dia penjelasan lengkap tentang emetophobia. Semoga membantu! (RAF)
