Mengenal Hubungan Toxic beserta Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hubungan toxic adalah hal yang mesti dihindari di berbagai lingkungan, baik pertemanan, keluarga maupun pasangan. Pasalnya, hubungan ini bisa menimbulkan masalah fisik dan kesehatan mental yang serius.
Idealnya, dalam sebuah hubungan pasti ada saling mendukung, memberikan rasa aman serta saling menyayangi. Berbeda dengan hubungan yang toxic, akan ada salah satu pihak merasa lebih superior dan dominan.
Pengertian Hubungan Toxic dan Ciri-cirinya
Dikutip dari buku Tegas Membangun Batas, Desy Wee (hal. 83), istilah hubungan toxic pertama kali digunakan oleh Lillian Glass dalam bukunya berjudul Toxic People yang diterbitkan tahun 1995.
Menurut Glass, hubungan toxic adalah hubungan yang dibangun di atas konflik, persaingan dan kebutuhan satu orang untuk mengontrol orang lain. Hubungan ini akan membuat seseorang merasa lebih buruk.
Dalam kehidupan, hubungan ini kerap terjadi di berbagai lingkungan. Namun, tidak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa diri mereka tengah berada di dalam lingkaran hubungan tersebut.
Bahkan ada yang sampai merasa tertekan, tapi sulit untuk keluar dari hubungan tersebut. Efek samping dari hubungan toxic ini bisa menghilangkan rasa percaya diri hingga memicu terjadinya gangguan kesehatan mental bagi seseorang yang mengalaminya.
Berikut ini sejumlah ciri-ciri hubungan toxic yang wajib diketahui.
1. Berada di Dalam Kendali
Ciri ini yang paling jelas dari hubungan toxic di mana salah satu pihak selalu mengontrol pihak lain.
Sebagai contoh, pacar yang memaksakan kehendaknya walaupun keinginan tersebut tidak sejalan dengan pasangannya. Bahkan untuk bisa memuluskan kehendaknya, orang tersebut kerap berkata manis.
2. Sulit Menjadi Diri Sendiri
Karena berada di dalam kendali pasangan, teman atau anggota keluarga, tentua akan sulit menjadi diri sendiri. Bahkan, seseorang akan berpikir panjang sebelum mengutarakan pendapat karena takut hal tersebut menjadi kesalahan.
3. Tidak Ada Dukungan
Dalam hubungan yang sehat harus ada dukungan satu sama lain. Tidak halnya di dalam hubungan toxic. Setiap pencapaian yang diperoleh akan dianggap sebagai kompetisi.
4. Dikekang
Ciri-ciri hubungan toxic lainnya adalah ketika pasangan terlalu posesif. Pasangan selalu mau tahu segala kegiatan sehari-hari dan akan marah apabila tidak mengabarinya.
Selain itu, muncul perilaku melarang untuk mengenakan jenis pakaian tertentu yang bisa menarik perhatian orang lain.
Cara Mengatasi Hubungan Toxic
Berada di dalam hubungan tidak sehat bisa memengaruhi kondisi kesehatan fisik seperti muncul gangguan psikosomatis. Oleh karena itu, wajib tahu cara untuk mengatasi agar bisa keluar dari hubungan toxic ini. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
Harus bisa menyadari dan mengakui bahwa apa yang dijalani termasuk ke dalam hubungan toxic.
Lakukan evaluasi terhadap hubungan tersebut. Coba tanyakan pada diri sendiri, “Apakah hubungan ini membuat saya tidak percaya diri atau stres?” Apabila jawabannya iya, sebaiknya segera memutuskan apa yang harus dilakukan.
Komunikasikan perasaan dengan jujur dan tegas.
Kurangi ekspektasi terhadap orang toxic bahwa mereka akan berubah. Pasalnya, seseorang akan berubah apabila ada kemauannya sendiri.
Mulai fokus ke diri sendiri dan lakukan aktivitas yang membuat relaks.
Batasi waktu dengan orang yang menyebabkan hubungan toxic.
Hubungan toxic adalah hubungan yang tidak sehat dan bisa memicu berbagai hal negatif baik dalam hidup maupun kesehatan. Semoga ulasan di atas bisa membantu dalam mengenali seperti apa hubungan toxic dan cara mengatasinya. (RAN)
Baca juga: 5 Bentuk Keintiman agar Hubungan Baik dan Sehat
