Mengenal Internalized Misogyny dan Tanda Telah Terjebak di Dalamnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Internalized misogyny adalah perilaku perempuan yang menganggap bahwa diri mereka lebih tinggi atau berbeda dari perempuan lain. Internalized misogyny hampir dipunyai oleh setiap perempuan, tetapi tidak semuanya menyadari hal tersebut.
Untuk mengenal istilah tersebut lebih dalam, simak penjelasan di bawah ini.
Pengertian Internalized Misogyny
Internalized misogyny adalah istilah yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, serta pandangan perempuan pada perempuan lain maupun diri sendiri secara tak baik. Perilaku ini menjadikan seseorang ingin terlihat lebih tinggi dengan merendahkan orang lain.
Para pemilik internalized misogyny umumnya akan membentuk circle pertemanan sendiri yang sesuai dengan preferensi mereka, sementara perempuan yang bertolak belakang akan direndahkan.
Perempuan yang berada dikelompok internalized misogyny ini pun enggan disamakan dengan perempuan lain sebab merasa memiliki kelebihan dan keunikan yang menonjol.
Dalam situs its.ac.id, internalized misogyny merupakan momok bagi para perempuan. Motif tindakan ini, yaitu perempuan yang memerlukan validasi dari orang lain. Mereka ingin dianggap berbeda, lebih unggul, keren, dan unik dibanding dengan perempuan lainnya.
Tanda Internalized Misogyny
Lantas, seperti apa tanda-tanda internalized misogyny? Berikut penjelasannya.
1. Menerepkan Standar Ganda
Perempuan yang menunjukkan sikap internalized misogyny biasanya akan menerapkan standar ganda. Sebagai contoh, menganggap bahwa laki-laki yang tak bisa memasak adalah hal wajar, sementara perempuan yang tidak pandai memasak akan dihujat habis-habisan.
2. Meremehkan Kemampuan Perempuan Lain
Internalized misogyny juga terihat dari cara seorang perempuan dalam memperlakukan perempuan lain yang cenderung meremehkan atau meragukan.
Salah satunya, yaitu meragukan kemampuan perempuan yang senang berdandan karena beranggapan bahwa wanita cerdas umumnya kurang cantik.
3. Mudah Memberi Label Negatif terhadap Perempuan Lain
Tidak seharusnya perempuan melabeli sesamanya dengan hal-hal negatif. Misalnya, labelisasi single mom yang berkonotasi negatif, seperti “janda gatal” atau “perebut suami orang”.
4. Senang Menyalahkan Korban
Selalu menyalahkan korban merupakan salah satu tanda internalized misogyny. Misalnya, perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual akan disalahkan karena pakaiannya atau perempuan yang terus disalahkan ketika rumah tangga berantakan.
Internalized misogyny adalah perilaku perempuan yang secara tak sadar memproyeksikan ide-ide seksis pada perempuan lain atau diri sendiri. Sesama perempuan sudah sepatutnya saling mendukung dan bersaing sehat tanpa menjatuhkan satu sama lain. (DN)
