Konten dari Pengguna

Menilik Sejarah dan Cara Kerja Tes Rorschach Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tes Rorschach. Sumber: Pexels.com/Alex Green
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tes Rorschach. Sumber: Pexels.com/Alex Green

Tes Rorschach merupakan salah satu jenis tes yang ada dalam ilmu psikologi. Rorschach adalah jenis tes evaluasi psikologis seseorang dengan menggunakan kartu bergambar bercak tinta.

Ketika melakukan tes Rorschach, psikolog, psikiater, dan/atau terapis akan memberikan kartu bergambar bercak tinta kepada pasien. Kemudian, pasien mendeskripsikan setiap kartu tersebut dan ahli pun akan melakukan interpretasi setelah tes selesai.

Sejarah Tes Rorschach Psikologi

Ilustrasi Tes Rorschach. Sumber: Pexels.com/Alex Green

Tes Rorschach atau Rorschach Inkblot merupakan salah satu dari sekian banyak jenis tes evaluasi dalam ilmu psikologi. Jika melihat fakta bahwa tes Rorschach termasuk tes psikologi, setiap orang tentu dapat menafsirkan bahwa metode ini berasal dari seorang ahli.

Faktanya, penafsiran tersebut adalah benar sebab tes Rorschach memang merupakan tes yang dikembangkan oleh seorang ahli, yaitu seorang psikolog Swiss bernama Hermann Rorschach.

Mengutip dari laman Simply Psychology (Frothingham, Februari 2023), Hermann Rorschach memperhatikan bahwa individu dengan skizofrenia merespons bercak secara berbeda dari pasien dengan diagnosis lain.

Kondisi tersebut membuatnya merenungkan apakah bercak tinta mempunyai kegunaan untuk membuat profil atau mengetahui berbagai gangguan mental. Hal inilah yang kemudian membuat Hermann terinspirasi dengan permainan masa kecilnya.

Permainan itu adalah Klecksography, yakni permainan yang melibatkan pembuatan bercak tinta dan membuat cerita atau puisi tentangnya. Selain terinspirasi dari Klecksography, Hermann juga terinspirasi studi tentang simbolisme mimpi Sigmund Freud.

Dua hal tersebut yang membuat Hermann mengembangkan pendekatan sistematis untuk menggunakan bercak tinta sebagai penilaian untuk mengevaluasi kognisi, kepribadian, serta mendiagnosis kondisi psikologis tertentu.

Namun, tes Rorschach ini memiliki beberapa kontroversi. Salah satu penyebabnya adalah adanya kritik bahwa tes ini kurang memenuhi prosedur standar serta metode penilaiannya masih kurang konsisten dan tidak cukup akurat untuk mendeteksi gangguan psikologis.

Mengutip dari Teori dan Praktik Pemahaman Individu Teknik Testing karya Rahardjo dan Edris (2019: 103), Rorshach lebih menekankan untuk memahami cara seseorang mengayati sesuatu, kurang mementingkan isi penghayatannya.

Walaupun demikian, tes Rorschach tetap menjadi salah satu metode untuk mendiagnosis beberapa penyakit. Terutama bagi penyakit kejiwaan yang menyebabkan menyimpangnya gangguan berpikir, seperti gangguan bipolar serta skizofrenia.

Cara Kerja Tes Rorschach

Ilustrasi Tes Rorschach. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio

Setiap orang perlu memahami bahwa segala bentuk tes psikologi membutuhkan pendampingan dari ahli, baik psikolog maupun psikiater. Namun, untuk memberi gambaran tentang tes Rorschach, berikut adalah cara kerja dari tes tersebut:

  1. Ahli (psikolog atau psikiater) yang sudah terlatih memberikan tes Rorschach akan memberikan kartu kepada responden.

  2. Kemudian, ahli akan meminta responden untuk mendeskripsikan kartu berbercak tinta satu persatu. Pada tahap ini, responden dapat memegang serta mengamati kartu dari berbagai posisi.

  3. Setelah responden selesai mendeskripsikan seluruh kartu, ahli akan mengajukan beberapa pertanyaan tambahan.

  4. Setelah tahapan itu selesai, ahli pun akan melakukan interpretasi untuk menjelaskan profil individu.

kumparan post embed

Jadi, tes Rorschach merupakan tes psikologi yang harus dilakukan bersama ahlinya, baik psikolog maupun psikiater. Tes bersama ahli adalah hal yang penting untuk mendapatkan hasil serta penanganan psikologis yang lebih tepat. (AA)