Neurodivergent: Pengertian dan Kondisi-Kondisi yang Masuk di dalamnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Neurodivergent adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan perbedaan cara kerja otak manusia. Pengertian istilah ini menggambarkan sebuah cara pandang untuk melihat bahwa setiap orang bisa memiliki pola pikir, daya tangkap, atau cara merespons yang tidak selalu sama.
Contoh yang mudah ditemui sehari-hari misalnya ada orang yang mudah fokus, ada juga yang justru kesulitan. Ada yang cepat menangkap angka, sementara yang lain lebih kuat dalam hal imajinasi. Semua ini menunjukkan bahwa otak punya caranya sendiri untuk bekerja, dan perbedaan itu wajar terjadi.
Neurodivergent Adalah Konsep Keragaman Cara Berpikir pada Otak
Neurodivergent adalah istilah untuk menggambarkan orang-orang yang otaknya bekerja dengan cara berbeda. Istilah ini lahir dari kebutuhan untuk berhenti memakai label “normal” atau “abnormal.” Pasalnya, tidak pernah ada definisi sebenarnya dari “normal” kalau bicara soal otak manusia.
Dikutip dari my.clevelandclinic.org, cara kerja otak yang berbeda seperti ini bisa memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, belajar, atau merespons situasi sehari-hari. Artinya, satu orang bisa punya tantangan tertentu yang mungkin tidak dialami orang lain, tapi di sisi lain juga punya kekuatan unik yang justru menonjol.
Contohnya, ada orang yang punya daya ingat luar biasa. Ada juga orang yang mampu membayangkan bentuk tiga dimensi dengan mudah, sementara ada yang bisa menghitung rumus matematika rumit hanya di kepala.
Menariknya, neurodivergent bukan istilah medis. Karena, neurodivergent bukanlah merupakan penyakit, bukan kondisi medis khusus, dan bukan pula sebuah diagnosis. Seseorang bisa saja punya diagnosis yang sama, tapi gejalanya berbeda-beda.
Artinya, dua orang dengan kondisi serupa tetap bisa menampilkan pengalaman yang jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah pentingnya memahami bahwa istilah ini lebih luas dan lebih inklusif.
Kondisi-Kondisi Neurodivergent
Biasanya, orang yang menyebut dirinya neurodivergent memiliki satu atau lebih kondisi tertentu. Neurodivergent adalah istilah yang tidak punya batasan medis yang kaku, sehingga siapa pun bisa memilih apakah mereka merasa cocok dengan sebutan tersebut atau tidak.
Beberapa kondisi yang sering masuk dalam payung neurodivergent cukup beragam. Contohnya kondisi-kondisi seperti:
Autism spectrum disorder (yang dulu dikenal dengan Asperger’s syndrome)
ADHD
Disleksia
Disgrafia
Diskalkulia
Sindrom Down
Tourette atau gangguan pemrosesan sensorik
Gangguan bipolar
OCD
Kecemasan sosial
Dan lain sebagainya
Intinya, istilah ini merangkul banyak kondisi yang membuat cara kerja otak seseorang berbeda dari kebanyakan.
Baca juga: Perbedaan Mood Swing dan Bipolar Disorder yang Sering Tertukar
Neurodivergent adalah cara untuk memahami bahwa otak manusia bekerja dengan beragam pola yang tidak bisa disamakan satu sama lain. Setiap orang punya pengalaman, tantangan, dan kekuatan yang berbeda, dan semuanya sah untuk dihargai. (CR)
