Konten dari Pengguna

Pengertian Main Character Syndrom dan Cirinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Main character syndrom. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Main character syndrom. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Main character syndrom adalah istilah yang berkaitan dengan karakter seseorang. Pemikiran tersebut terjadi saat seseorang merasa lebih penting daripada orang lain. Lalu, mereka seakan-akan menjadi tokoh utama dalam hidup yang menginginkan semua hal sesuai dengan kehendaknya.

Dikutip dari buku Teori-Teori Kepribadian Humanistis oleh Yustinus Semiun, OFM (2021:247), sindrom adalah kelompok perasaan dan tingkah lagu yang berfungsi sama dan secara relatif resisten terhadap perubahan. Main character syndrom juga memengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang yang beranggapan dirinya paling penting.

Pengertian Main Character Syndrom dan Tanda-tandanya

Main character syndrom. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Main character syndrom adalah salah satu kondisi yang membuat seseorang memiliki pola pikir bahwa dirinya menjadi tokoh utama di kehidupan.

Mereka yang mengalami kondisi ini akan merasa orang lain sebagai karakter pendamping dalam hidupnya. Hal ini mengakibatkan dirinya bertindak semaunya sendiri.

Seseorang dengan main character syndrom pada dasarnya tidak termasuk dalam gangguan medis. Istilah ini hanya populer di media sosial, dan lebih mengarah ke sifat nartistik dan egois.

Keadaan ini juga membuatnya tidak takut keluar dari zona nyaman. Tanda-tanda yang dihadapi oleh orang yang mengalami main character syndrom, yaitu:

  • Selalu tampil sebagai orang yang berbeda, tidak pernah sebagai diri sendiri.

  • Berusaha eksis saat bertemu dengan orang lain.

  • Sering marah ketika tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

  • Merasa diawasi hingga tidak berperilaku apa adanya.

  • Kesulitan berempati orang lain. Saat mendengar curhatan orang lain, ia berusaha menceritakan dirinya sendiri juga.

  • Selalu mencari validasi dari orang lain.

  • Susah menerima kritik dari orang lain.

  • Tidak merasa apa yang dilakukan berlebihan.

Penyebab Main Character Syndrome

Main character syndrom. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Main character syndrom adalah istilah yang sering ditemukan di media sosial. Salah satu penyebabnya adalah karena sifat narsisme.

Hal tersebut menjadi populer karena sering ditujukan untuk orang yang narsis dan terlalu percaya diri. Namun, terdapat perbedaan antara narsisme dengan sindrom ini.

Seorang narsisme akan menunjukkan gejalanya setiap waktu. Berbeda dengan main character syndrom yang muncul saat tertentu. Seperti cemas, tidak nyaman, atau merasakan rendah diri.

Meskipun begitu, tidak diketahui penyebab pasti dari sindrom yang populer di media sosial ini.

Dapat disimpulkan, jika pengertian main character syndrom adalah istilah yang ditujukan pada orang yang merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Semoga bermanfaat! (NUM)

Baca Juga: Munchausen Syndrom: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobati